jak

Sekali lagi terjadi kerusuhan dalam kancah pesrsepakbolaan Tanah Air yang disebabkan oleh suporter. Kali ini yang mendapatkan sorotan tajam adalah The Jakmania atau suporter dari kesebelasan Persija Jakarta.

Dalam perhelatan Torabika Soccer Championship 2016 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada hari Sabtu (25/6/2016), yang mempertemukan antara tuan rumah Persija Jakarta melawan tamunya Sriwijaya FC berakhir ricuh.

Para suporter Persija ini tidak terima lantaran tim kesayangannya harus kebobolan dan tertinggal poin dari Sriwijaya FC menjelang menit ke-80. Sontak, puluhan The Jakmania melompati pagar pembatas dan memasuki lapangan dan hal tersebut membuat wasit harus menghentikan jalannya pertandingan.

012803_87305_persija_Suporter_Ricuh___Amjad

Penghentian jalannya pertandingan ini juga tidak dilakukan secara sepihak atau berdasarkan pengamatan wasit saja, melainkan berdasarkan segenap match commisioner atau pengawas pertandingan dan juga dari official kedua belah tim.

“Dengan mempertimbangkan situasi di lapangan yang tidak memungkinkan pertandingan tetap dilanjutkan hingga akhir karena faktor keamanan‎, maka pertandingan ini akan ditindaklanjutkan kepada operator,” bunyi pernyataan yang telah disepakati.

Ternyata apa yang dilakukan wasit dengan menghentikan jalannya pertandingan justru semakin membuat para suporter yang identik dengan lambang jari dan telunjuk ini kalap. Mereka melakukan tindakan anarkis yang berujung bentrok dengan beberapa suporter dari Sriwijaya FC, Singa Mania, dan juga Polisi.

Aksi The Jakmania semakin tidak dapat terkontrol, selain menyalakan flare, mereka juga menjebol pagar di Sektor XIII dan XIV SUGBK. Dikarenakan hal itulah, pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Namun, karena kalah jumlah personel, para polisi yang awalnya mencoba meredam amukan The Jak di lapangan, justru harus kocar-kacir karena para suporter ternyata tidak takut dan menyerang balik menggunakan apa saja yang ada di dekat mereka.

Dari keributan di Gelora Bung Karno ini, setidaknya sudah diketahui ada 5 personel polisi yang mengalami luka serius karena terkena lemparan.

123

“Tiga luka serius dirawat di Rumah Sakit Kramatjati. Sedangkan dua anggota luka-luka,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, seperti yang diberitakan oleh Jawa Pos (25/6/2016).

Kabar lain mengatakan bahwa dari pihak The Jakmania sendiri, ada belasan lainnya yang terluka karena berdesakan, tergencet dan terinjak-injak saat kericuhan terjadi. Bahkan, kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion saja karena sudah meluas ke luar lapangan.

Selain itu, dikabarkan juga ada 2 unit kendaraan roda empat dan 5 buah sepeda motor yang rusak parah dan beberapa di antaranya dibakar di sekitar area Stadion Bung Karno. Bahkan beberapa bagian dari stadion, seperti kaca, pintu gerbang (IX dan X) dan juga papan iklan di pinggir lapangan turut menjadi korban ulah suporter yang sedang mengamuk.

“Mobil yang rusak jenis Terano dan satunya lagi Fortuner. Sedangkan lima motor dibakar di pintu masuk Basket Hall,” lanjut Awi.

Awi menjelaskan bahwa, pihak kepolisian sudah mengamankan sekitar 155 anggota dari The Jakmania yang dianggap sebagai penyulut terjadinya bentrokan dan semuanya digiring ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk dilakukan pendataan dan proses lanjutan.

Terkait dengan kericuhan ini, sosial media seperti Facebook dan Twitter ramai membahasnya. Bahkan banyak dari rival The Jakmania, Viking dan Bobotoh, yang menuliskan status atau tweet bernada sindiran dan cemooh.

Loading...

Terpopuler: