18952aa8d1b6718d47778dd0279092e6

Timnas Futsal Indonesia  secara mendadal dibubarkan setelah dipastikan Piala AFF 2016 Futsal batal digelar. Rencana kejuaraan ini sendiri akan dilaksanakan di Thailand, namun mangkatnya Raja Thailand beberapa waktu lalu membuat turnamen ini batal dilaksanakan.

ASEAN Futsal Championship, atau Piala AFF Futsal, edisi 2016 resmi batal digelar. Akibat tidak adanya kompetisi untuk diikuti, Tim Nasional Futsal Indonesia dibubarkan, Minggu (23/10/16).

Usai sudah kebersamaan Timnas Futsal Indonesia yang disiapkan untuk mengikuti Piala AFF Futsal 2016. Kini tim besutan Dadang Iskandar itu harus dibubarkan karena batalnya event Futsal se-Asia Tenggara tersebut.

Perhelatan Piala AFF Futsal 2016 rencananya bakal digelar di Thailand. Namun semuanya berantakan karena Negeri Gajah Putih tengah berduka lantaran wafatnya raja mereka, Bhumibol Adulyadej.

30520160806080013457_o

Batalnya perhelatan tersebut membawa dampak bagi Timnas Futsal Indonesia. Salah satu bintang Timnas Futsal Indonesia, Bambang Bayu Saptaji, mengaku sedih karena batal berlaga di Piala AFF.

Sudah pasti sedih dan kecewa. Tapi sebagai pemain ya mau berbuat apa. Sebagai prajurit di lapangan, kita harus selalu siap,” ucap Bayu Seperti dikutip dari INDOSPORT.

Rasa kecewa yang dirasakan Bayu tak berhenti sampai disitu saja. Sebab, tanpa adanya kompetisi untuk diikuti, tim yang sudah melakukan Traning Camp (TC) demi menyongsong Piala AFF ini harus dibubarkan.

“Kabar terbaru yang saya dengar katanya Timnas mau dibubarkan. Jadi pemain kembali ke klubnya masing-masing. Kaya saya, paling langsung gabung sama tim saya Vamos FC,” tutup Bayu.

Padahal timnas ini sendiri sudah dipersiapkan dalam tiga bulan terakhir. Indonesia sendiri menjadi salah satu unggulan, karena di cabang futsal, Indonesia menjadi salah satu kekuatan besar di kawasan Asia Tenggara.

Sehingga memang Pasukan Garuda Futsal ini dibebani target tinggi dengan meraih juara di kejuaraan futsal se Asia Tenggara tersebut.

Sementara masa berkabung di Thailand juga membawa dampak bagi sepakbola dalam negeri mereka, Duka mendalam tengah dialami rakyat Thailand menyusul wafatnya raja mereka, Raja Bhumibol Adulyadej yang mangkat pada usia 88 tahun pada 13 Oktober lalu.

Sebagai sosok raja dengan masa kepemimpinan terlama di dunia serta yang paling dicintai masyarakat Thailand, meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej membuat pemerintah Negeri Gajah Putih langsung menetapkan masa berkabung selama satu tahun.

127829_heroa

Seperti diberitakan ForuFourTwo, kondisi tersebut tentu berdampak pada beberapa aspek penting di dalam negeri Thailand, tak terkecuali terhadap semarak sepakbola mereka yang beberapa tahun terakhir mulai bergeliat secara positif.

Setelah dipastikan adanya penghentian pada seluruh kegiatan olahraga, termasuk sepakbola, hiburan, dan rekreasi lainnya di Thailand dihentikan selama satu bulan guna menghormati raja, kompetisi utama mereka, Thai League turut dihentikan.

Ini berarti tak ada lagi dominasi Buriram United yang selalu menjadi juara selama tiga musim terakhir. Dengan kompetisi yang sebenarnya masih menyisakan tiga pekan, Muangthong United didaulat sebagai kampiun baru dengan Bangkok United menjadi runner-up.

Demikian juga dengan ajang Piala Thailand yang memasuki fase semi-final, juara untuk mewakili Thailand di pentas Liga Champions Asia pun ditentukan melalui proses undian yang dimenangkan oleh Sukhothai FC.

 

Komentar

komentar