STRIKER.ID – Egy Maulana Vikri, merupakan pesepak bola muda yang kini menjelma menjadi ‘Bintang’ Timnas Indonesia U-19 khususnya di Piala AFF U-18 2017 di Myanmar. Dan ternyata bakat kebintangan pemain , jebolan SSB ASIOP Apacinti itu telah ditemukan sejak berusia 11 tahun di Medan. Ia kemudian hijrah ke Jakarta dan mengenyam pendidikan di sekolah Khusus Olahragawan Ragunan.

Bukan Indra Sjafrie, Namun Pria Inilah Yang Telah Mengantarkan Egy “Messi” Sesukses Sekarang

Dan dibalik kegemilangan Egy itu, ternyata berhasil mengundang sejumlah klub Liga 1 meminati jasanya, salah satunya adalah Bali United.

Hal itu diketahui dari Subagja Suihan yang merupakan ayah kandung dari Egy yang menyatakan bahwa Pieter Tanuri selaku pemilik Bali United pernah menyodori Egy kontrak senilai setengah miliar untuk jangka panjang.

“Bakat Egy menarik perhatian dari Pak Pieter Tanuri (Pemilik Bali United) saat itu. Kejadiannya sekitar awal tahun ini. Kemudian, saya, Egy dan Pak Pieter serta coach Indra Sjafri (yang saat itu masih menangani Bali United) bertemu di Hotel Mulia, Jakarta. Mereka menyodorkan kontrak untuk Egy,” ujar Subagja, seperti dilansir dari Kumparan.com

“Waktu itu, Pak Pieter menawarkan kontrak sebesar 100 juta per tahun selama 5 tahun. Jadi, ya sekitar setengah miliar,” ucapnya.

Meski demikian, kontrak itu ditolak oleh subagja. Alasannya, usia Egy masih terlalu muda untuk mengikat kontrak secara profesional.

“Belum saatnya Egy melangkah ke sana. Intinya biar Egy tumbuh di sekolah dulu sampai lulus nanti. Bukan saya naif, tapi saya menilai belum saatnya untuk mempromosikan Egy,” tegasnya.

Bomber Persipura Ingin Bekerjasama Dengan Duo Timnas Muda Ini

Sebagai seorang ayah sekaligus motivator, Subagja juga selalu menyampaikan kepada sang pemain bahwa dia belumlah menjadi pemain hebat. Untuk itu ia harus tetap fokus untuk menunjukkan permainan apiknya di lapangan hijau.

“Perkembangan Egy dari saya temukan sampai sekarang memang pesat. Saya melihat keseriusannya. Dia semangat dan fokus. Saya akan kawal jangan sampai dia lupa diri. Saya selalu katakan dia belum jadi apa-apa. Itu untuk memotivasi dirinya agar tidak cepat puas,” tukasnya.

 

Komentar

komentar