STRIKER.ID – Kiper utama timnas Indonesia U-19 Muhammad Rifandi dipastikan tak melanjutkan perjuangan Garuda Nusantara diajang Piala AFF U-18. Rifandi divonis Complete ACL Tear (Right) plus Tear Meniscus (Right) yang mewajibkannya menepi hingga 6 bulan kedepan.

Kini dengan absennya Rifandi tersisa dua nama yang bakal mengisi posisi penjaga gawang utama, Muchammad Aqil Savik dan juga Gianluca Pagliuca Rossy. Sementara ini masih Aqil yang berkesempatan bermain, itupun langsung dihadapkan dengan lawan tangguh Vietnam. Sedangkan Rossy masih menunggu kesempatan bermain itu datang.

Cedera Parah, Kiprah Muhammad Riyandi Bersama Timnas U-19 Berakhir Sudah

Lalu pertanyaannya sekarang siapakan yang cocok menggantikan posisi yang ditinggalkan Rifandi ?

Saat insiden cederanya Rifandi, Aqil dipercaya menjadi penggantinya. Sayangnya dia harus menerima kenyataan gawangnya berhasil dibobol tiga kali pada laga debut Internasionalnya. Kebobolan tiga gol dilaga penting membuat penampilan pemain akademi Persib Bandung tersebut menuai kritik tajam dari publik Indonesia. Saking banyaknya kritik, pemain 18 tahun tersebut menonaktifkan kolom komentar pada akun Instagramnya.

Namun tim pelatih menegaskan bahwa kekalahan timnas bukanlah salah Savik. Mereka juga menolak adanya perbedaan kualitas antara Aqil dan Rifandi, karena keduanya merupakan pemain-pemain pilihan.

Meskipun demikian pendukung timnas masih banyak yang meragukan kemampuan Aqil, dan karenanya banyak mata tertuju kepda Rossy.

Dilihat riwayat hidup, putra dari mantan kiper PSIS Semarang ini sudah terbiasa dengan dengan pertandingan Internasional sejak muda. Tercatat dia ikut serta pada AC Milan Junior Camp 2011 di San Siro dan juga berpartisipasi dalam AC Milan Intesa San Milan Italia pada 2011. Dia juga menjadi salah satu pemain yang dibawa ke Gothia Cup Swedia 2012 dan timnas U-14 Kinabalu Malaysia 2012.

Bomber Persipura Ingin Bekerjasama Dengan Duo Timnas Muda Ini

Dari CV diatas penampilan Rossy cukup menjanjikan walaupun pada dasarnya kedua pemain tersebut memiliki kemampuan yang tak jauh berbeda. Meskipun demikian keputusan tetap berada ditangan tim pelatih, dan hanya mereka yang tahu siapakah kiper terbaik yang pantas diturunkan.

 

Komentar

komentar