photo : viva.co.id

STRIKER.ID- Tim berjuluk The Guardian, Bhayangkara FC akhirnya  resmi menjadi juara Liga 1 musim 2017 meski kalah tipis 1-2 dari tamunya Persija Jakarta di laga terakhir kompetisi pada Minggu (12/11/2017). Meski tim milik kepolisian republik Indonesia ( Polri ) ini kalah, namun hasil itu tak mengubah situasi di papan atas klasemen.

Simak, Ini Dia 5 Fakta Unik Tentang Bhayangkara FC Sang Jawara Liga 1  

Apalagi pertambahan poin yang didapat oleh tim yang bermarkas di stadion patriot chandrabhaga itu”berbau” kontroversi setelah pada laga sebelumnya melawan Mitra Kukar, PSSI memberikan poin 3 kepada Bhayangkara FC karena Mitra Kukar dinilai telah melakukan kesalahan dengan memasukkan pemain tidak sah yakni Sissoko yang terkena akumulasi kartu.

Raihan juara ini menjadi trofi pertama “The Guardian” sejak resmi menjadi klub sepak bola milik institusi Polri pada akhir tahun 2016 lalu menggantikan PS Polri.

Dan berikut ini ada lima fakta menarik tentang Bhayangkara FC yang patut anda ketahui:

  1. Awalnya Persikubar, kini jadi Bhayangkara FC.

Sejarah Bhayangkara FC sendiri berawal dari sebuah klub asal Kalimantan Timur bernama Persikubar Kutai Barat yang  banyak bermain di Divisi II dan III sehingga namanya memang kurang diketahui.

Kalau Minat, 6 Pemain Ini Bisa Jadi Andalan Singo Edan Di Musim Depan

Nasib mereka berubah pada tahun 2010. Wisnu Wardana, seorang politisi asal Surabaya, membeli Persikubar yang waktu itu dinyatakan bangkrut dan memindahkan homebase mereka ke ibukota Jawa Timur, Surabaya untuk mengisi posisi Persebaya 1927 yang menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI). Namanya pun berubah, dari Persikubar menjadi Persebaya 1927.

Tim ini mengarungi kompetisi Divisi Utama dengan wajah anyar. Kehadiran tim yang juga “memakai” nama Persebaya pun sempat memicu polemik di kalangan pecinta sepakbola kota Surabaya. Dua tahun bermain di Divisi Utama, Persebaya ini akhirnya sukses menembus Liga Super tepatnya pada tahun 2013.

Menyambut Piala Presiden 2015, Persebaya harus menambah kata “United” di belakang nama tim demi bisa tampil di kompetisi tersebut. Persebaya United pada tahun yang sama sempat mengganti nama sebanyak dua kali. Pertama, menjadi Bonek FC. Namun karena mendapat kecaman dari suporter Persebaya, Bonek FC kembali berubah nama menjadi Surabaya United tepat sebelum berpartisipasi di Piala Jenderal Sudirman.

Pemain Bhayangkara FC Ini Bisa Kembali Ke Tim Lamanya, Masalahnya… 

Di tahun 2016, Surabaya United melakukan merger (Peleburan) dengan tim sepak bola binaan Polri, PS Polri. Nama kembali berubah menjadi Bhayangkara Surabaya United. BSU sempat mencuri perhatian melalui performa apik Otavio Dutra Cs di Indonesia Soccer Championship tahun itu, meski finis di peringkat 7.

Pada September 2016, BSU kembali mengubah nama menjadi Bhayangkara FC usai Polri membeli 90% saham klub. BFC yang awalnya bermarkas di Stadion Gelora Delta Sidoarjo akhirnya pindah ke Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, alasannya agar lebih dekat dengan ibukota negara.

Dengan nama tersebut, BFC resmi mewakili institusi kepolisian Republik Indonesia di kompetisi Liga 1.

Prev1 dari 5
Klik Next untuk melihat halaman selanjutnya

Komentar

komentar