riedl-dimata-bepe

Debut manis timnas Indonesia dengan kemenangan atas Malaysia tiga gol tanpa balas beberapa waktu lalu, rupanya meninggalkan cerita tidak enak, dimana kuat dugaan pelatih timnas Alfred Riedl bersama para asistennya belum memiliki legalitas ijin bekerja secara resmi di Tanah Air. Akibatnya kini timnas terancam…

Dilansir dari JPNN, PSSI sendiri atas masalah ini tak mau banyak berkomentar terkait belum lengkapnya dokumen pelatih dan asisten pelatih asing Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, serta Hans Peter Schaller. Saat dikonfirmasi, mereka hanya menjawab sekenanya.

Dengan kondisi tersebut, wajar jika akhirnya Riedl disebut sebagai pekerja asing ilegal. Sebagai pelatih asing, harusnya pelatih asal Austria itu memiliki dokumen yang lengkap. Bukan sekadar Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) tapi PSSI sebagai sponsor juga harus memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

Sekjen PSSI Azwan Karim kurang bersahabat dalam menjelaskan kenapa sebagai induk olahraga yang harusnya memberi contoh baik, malah mengurus dokumen lambat. Dia hanya menegaskan kalau dokumen sedang diurus.

“Ya itu, saya bilang sudah diurus dan dokumennya sudah kami masukkan ke Imigrasi untuk diurus, sedang dalam proses,” kata Sekjen Azwan Karim, Kamis (08/09/2016) malam.

Hal ini jelas mencoreng usaha untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia yang baru saja dicabut hukumanannya oleh FIFA. Apalgi, ini jelas bukan contoh yang baik bagi klub dan iklim sepakbola di Indonesia.

Ironisnya, ketika didesak  lebih dalam soal mengemukanya berita ini sebagai bentuk ketidakpedulian PSSI dengan kelengkapan dokumen pemain dan pelatih asing, Azwan malah memberikan jawaban dengan nada meninggi.

“Sudah kami urus, kok. Lupa masukinnya kapan, yang jelas semua sudah diurus. Intinya sudah diurus!,” tutupnya meninggi.

Sebelumnya terkuak kabar pula bahwa banyak pemain dan pelatih asing di ISC yang juga belum mempunyai legalitas. Bahkan hal ini sempat membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendorong penyelenggara ISC untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini.

Bahkan bila tak segera diselesaikan Menpora mengancam untuk mencabut ijin dari penyelenggarakan kompetisi sepakbola terbesar di Indonesia tersebut.

Bila permasalahan ijin tinggal ini tidak segera diselesaikan, bisa jadi pihak Imigrasi akan mengambil tindakan tegas, dengan sangsi terberat adalah deportasi bagi siapapun yang tidak memegang surat ijin tinggal yang resmi.

Komentar

komentar