giancu

STRIKER.ID Tim Nasional (Timnas) Ilatlia pernah menorehkan sejarah pahit pada Piala Dunia 1998. Dimana Langkah La Nazionale harus terhenti di babak perempat final pasca takluk dari tuan rumah Prancis melalui babak adu penalti dengan skor 3-4.

Kala itu Gli Azzuri tak bisa tampil maksimal sepanjang turnamen lantaran kiper andalannya Angelo Peruzzi harus absen akibat dibebat cedera. pelatih legendaris Italia, Cesare Maldini, harus memutar otak sebelum Piala Dunia 1998 digelar. ia akhirnya memilih kiper utama Inter Milan medio 1990-an, Gianluca Pagliuca, sebagai orang yang bertanggung jawab di bawah mistar Timnas Italia.

Seperti diketahui, kala itu Pagliuca berhasil tampil apik di seluruh pertandingan Gli Azzuri hingga babak 8 besar. Kepercayaan yang diberikan Maldini tak ia sia-siakan begitu saja. Tercatat Pagliuca dua kaliĀ berhasil menahan gawang dari gempuran lawan agar tidak kebobola meski pada akhirnya La Nazionale harus kandas di fase perempatfinal menghadapi tuan rumah, Perancis.

Piala dunia 1998 menjadi kesempatan terakhir Pagliuca bersama Gli Azzuri, hingga dia pensiun dari dunia sepak bola pada 2007. Sejak itu kiper kelahiran Bologna tersebut tak pernah lagi mencicipi seragam La Nazionale.

Kiprah Pagliuca di Timnas memang berakhir setelah Piala Dunia 1998. Namun sebelas bulan kemudian, Pagliuca mengalami ‘reinkarnasi’. Bukan dalam arti sebenarnya, akan tetapi muncul nama Pagliuca yang baru yang memiliki nama lengkap Gianluca Pagliuca Rossy, yang juga menjelma sebagai penjaga gawang yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Diketahui penamaan yang persis dengan kiper Gli Azzuri era 1990-an tersebut, lantaran Ayah kandung Rossy, Rosyadi, yang juga berpofrofesi sebagai mantan kiper PSIS Semarang dan penggemar berat Timnas Italia. Maka dari itu, ia memberikan nama anaknya sama dengan kelahitan Bolognia itu. Dilansir dari Indosport.com

Lahir di ibu kota Jawa Tengah, Pagliuca junior mengawali kariernya sebagai pesepakbola di SSB Tugu Muda Semarang. pemain yang akrab disapa Rossy itu diketahui juga pernah menimba ilmu di F.X Tjahoyono Goalkeeper Academy, Semarang.

Tercatat, Rossy yang merupakan bagian dari 18 pemain junior yang mengikuti Turnamen Milan Junior Camp pada 2011 lalu, sukses mengantar Persab Brebes Junior menjuarai Piala Soeratin 2016.

Nama Rossy mencuat saat pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menitipkan pemain 18 tahun itu untuk mengikuti seleksi tahap pertama Timnas U-22 dibawah asuhan Luis Milla. Hal tersebut dilakukan mantan pelatih Bali United itu lataran seleksi Timnas U-22 diselenggarakan lebih awal dibanding U-19.

Sejatinya nama Rossy dia awal tidak termasuk ke dalam daftar 40 pemain muda yang akan mengikuti seleksi gelombang pertama Timnas U-19. Namun Rossy kemudian disusulkan oleh Indra untuk menggenapi empat pemain di posisi kiper.

Sebanyak 41 pemain, termasuk Rossy pun akhirnya dilihat kemampuannya oleh pelatih Indra selama 3 hari mulai 1 hingga 4 Maret 2017 masa seleksi tahap pertama Timnas U-19 di lapangan National Youth Training Center PSSI (NYTC), Sawangan, Depok.

Seusai seleksi tahap pertama, Indra menyatakan telah mengantongi 8 nama pemain terbaik. Kemudian kedelapan pesepakbola muda tersebut akan mengikuti pemusatan latihan pada pertengahan Maret mendatang.

Diperkirakan nama Rossy serta rekan setimnya di Persab, Egy Maulana Vikri masuk kedalam list 8 pemain yang dipilih Indra. Terlebih keduanya juga berstatus sebagai siswa Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta Selatan.

Nama Rossy memang mengundang perhatian tersendiri bagi kalangan media, pasalnya nama ia memiliki nama mantan pemain Timnas Italia tahun 1990 an.

Sebagai informasi, pemain bernama lengkap Gianluca Pagliuca Rossy. Lahir di Semarang, 25 Juli 1999. Saat ini ia masih bersekolah di SKO Ragunan. Tercatat ia pernah seleksi Timnas U-14 tahun 2012 dibawak asuhan Maman Suryaman (Eks Persija). Saya ingin mempertahankan juara yang sebelumnya pernah diraih pada 2013 lalu.

Rossy juga mengidolakan kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer. Dan kiper lokal, Dian Agus Prasteyo.

 

Komentar

komentar