0000246680

STRIKER.ID Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) memang mengganti operator kompetisi resmi Liga 1 yang sebelumnya dimotori oleh PT Liga Indonesia (LI) diganti dengan operator baru yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Namun sejauh ini Belum jelas alasan PSSI mengganti operator yang sudah bertahun-tahun menggulirkan kompetisi di Tanah Air tersebut.

Melihat hal itu, mantan Direktur Utama Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla menyayangkan keputusan yang diambil oleh PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi yang membubarkan PT LI dan menggantikannya dengan operator baru.

“Saya sangat sayangkan dengan ada pembubaran Liga [PT LI] yang dulu menyelenggarakan liga. Ini sangat tidak bagus, karena tiba-tiba dibubarkan tanpa ada masalah,” ungkap Andi.

Seperti diketahui, kompetisi sepakbola Indonesia sejak 2009 dioperatori oleh PT LI. Namun, pengelolaan kemudian berubah ke PT Gelora Trisula Semesta yang menjalankan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Di Liga 1 2017, PSSI akan membentuk perusahaan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang dikabarkan bakal dipimpin oleh IwanBudianto yang saat ini menjabat Kepala Staf Ketua Umum PSSI.

Andi mengatakan induk organisasi sepakbola nasional sejatinya tidak bisa seenaknya membubarkan PT LI yang mayoritas sahamnya dimiliki klub.

“PSSI tidak punya hak untuk bubarkan PT Liga dengan alasan membentuk Liga Indonesia baru. Itu tidak bisa, dan jangan seenaknya.” imbuh pria yang juga menjabat sebagai ketua komite olahraga nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Andi juga menuturkan jika memang ada yang kurang baik, PT LI seharusnya diperbaiki.

“PT liga dibentuk oleh klub, dan klub yang paling banyak sahamnya. Silakan buat pembaharuan, bukan malah dibubarkan. Saya harap PSSI membahas persoalan ini. Saya juga tekankan kepada pengurus PSSI untuk tidak melupakan sejarah, karena PT LI memiliki sejarah,” pungkasnya.

Disisi lain, bergulirnya kompetisi Liga 1 dikabarkan bakal berlangsung mulai pekan kedua April 2017 berbeda dari jadwal sebelumnya 26 Maret 2017.

 

 

Komentar

komentar