iputu gede

STRIKER.ID Pemain Timnas Indonesia era 90-an, I Putu Gede saat ini aktif menahkodai Persibo Bojonegoro sejak April 2017 lalu. Mantan kapten Arema ini memang menjadi salah satu pemain yang kiprahnya pernah cemerlang di jagat sepakbola Indonesia, tentu saja pecinta sepak bola Tanah Air tak asing dengan nama pemain asal Bali ini.

Meski karir di lapangan hijau bisa dibilang cukup sukses, akan tetapi saat mengawali karir sebagi pelatih kepala, karirnya tidak terlalu mulus. Pertama kali klub yang dibesutnya yakni PSBK Blitar. Semusim memimpin di klub tersbeut kontraknya tak diperpanjang. Kemudian latih yang pernah berposisi sebagai gelandang bertahan ini kemudian ditunjuk untuk menjadi tim pelatih di Akademi Sepakbola Internasional milik rekannya di timnas, Aji Santoso. Di awal tahun 2017, I Putu Gede boyongan ke Persis Solo sebagai asisten pelatih. Putu Gede menjadi deputi dari pelatih kepala Persis, Yudi Suryata. Pada bulan April 2017, I Putu Gede mendapatkan kesempatan lagi untuk menjadi pelatih kepala setelah ditunjuk untuk melatih Persibo Bojonegoro.

Jiak dilihat dari catatn karirnya di lapangan hijau, I Putu Gede mengawali karir professionalnya bersama dengan klub besar Jawa Timur, Persebaya Surabaya di awal 90an. Saat itu, I Putu Gede masih berstatus sebagai pemain muda. Usai memperkuat Persebaya Surabaya, I Putu Gede melanjutkan karirnya bersama dengan klub ibukota, Persija Jakarta di tahun 1998. Karir pemain bernama lengkap I Putu Gede Dwi Santoso ini berlanjut di Arema Malang pada akhir tahun 90an hingga tahun 2001. Di klub berjuluk Singo Edan ini nama I Putu Gede semakin bersinar. Permainananya di lapangan semakin matang dan ditunjuk sebagai kapten Arema. Berkat penampilan apiknya tersebut, I Putu Gede akhirnya bisa memperkuat Timnas Indonesia. Pada pagelaran AFF Cup 2000 di Thailand dan Piala Asia 2000, I Putu Gede menjadi salah satu pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas Garuda.

Setelah matang bersama dengan Persebaya Surabaya dan Arema Malang, karir I Putu Gede berlanjut di klub yang saat itu bertabur bintang, Deltras Sidoarjo. Saat itu I Putu Gede bergabung dengan Deltras pada musim kompetisi 2003. Kala itu, Deltras merupakan klub yang masih terbilang baru namun bertabur bintang. I Putu Gede yang diangkat sebagai kapten tim, menjadi salah satu bintang di tim tersebut bersama dengan Budi Sudarsono, Anang Ma’ruf dan Adolfo Souza.

Setahun membela Deltras, I Putu Gede kembali lagi ke bumi Arema pada 2004. Keputusan ini sangat tepat karena di tahun tersebut Arema Malang meraih banyak kesuksesan. Dipercaya sebagai kapten tim, I Putu Gede berhasil membawa Arema Malang menjadi juara Piala Indonesia dua musim beruntun. Sebagai kapten tim, nama I Putu Gede pun semakin bersinar terang.

Namun kebersamaan I Putu Gede dengan Arema tak berlangsung lama. Di tahun 2007 I Putu Gede memilih hengkang ke Persita Tangerang. Dua musim membela Persita, I Putu Gede kembali lagi ke klub lamanya, Persebaya Surabaya dan kemudian bergabung dengan Persekabpas Pasuruan di tahun 2008. Di usia yang tak lagi muda, I Putu Gede akhirnya bergabung ke klub divisi bawah, Persipro Probolinggo di tahun 2010. Persipro sendiri menjadi klub terakhir yang dibela I Putu Gede sebelum memutuskan pensiun pada tahun 2012 lalu di usia 39 tahun.

Kini I Putu Gede tangah berjuang membawa Persibo untuk melaju ke kompetisi kasta kedua Indonesia.

 

Komentar

komentar