STRIKER.ID – Dalam laga terakhir penyisihan grup B, sepak bola SEA Games 2017, Kamis (24/8/). Indonesia berhasil menundukkan Kamboja dengan skor akhir 2-0. Gol-gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Ezra Walian (55′) dan tendangan jarak jauh Febri Haryadi (69′).

Dengan hasil tersebut Indonesia melaju ke babak semifinal dengan status runner-up karena di pertandingan lain Thailand menang 3-0 atas Vietnam sebagai jawara grup B.

Gebuk Kamboja 2-0, Indonesia Melenggang Ke Semi Final SEA Games 2017

Sayangnya kemenangan Indonesia tersebut harus diciderai dengan aksiĀ  kerusuhan yang terjadi di dalam Stadion Shah Alam, Malaysia tersebut. Dimana pada menit 90’+7′, terjadi adu mulut dan sedikit kontak fisik antara pemain Indonesia dan Kamboja.

Kericuhan antar pemain bermula dari pelanggaran yang didapat Gavin Kwan Adsit oleh bek Kamboja pada menit ke-96. Tak lama berselang, di sisi Marinus Wanewar yang mencoba memprovokasi membuat Indonesia terlibat kontak fisik tanpa sepengetahuan wasit. Asisten wasit dan hakim garis turut masuk ke dalam lapangan guna melerai dan mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.

Akibat dari insiden tersebut, Hansamu Yama yang bertindak sebagai kapten tim juga harus diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan protes keras terhadap wasit dan juga ikut terprovokasi dalam keributan. Dan Marinus Wanewar juga diganjar kartu kuning karena mencoba memprovokasi pemain.

Beruntung laga masih bisa dituntaskan hingga peluit panjang dibunyikan. Namun, kondisi semakin memanas saat pertandingan telah usai dimana kembali terjadi kontak fisik antara pemain Indonesia dan Kamboja.

Atas insiden tersebut, Hansamu pun akhirnya melontarkan permintaan maaf kepada seluruh pendukung Timnas Indonesia. Ia pun membeberkan alasan mengapa dirinya sampai ikut dalam keributan hingga sampai berbuah kartu kuning dilapangan.

“Selamat malam warga Indonesia baik yang memfollow saya maupun yang melihat postingan saya ini, pertama tama saya mewakili seluruh pemain Tinmas u22 ingin meminta maaf kepada anda anda semua terakit insiden yang terjadi dilapangan tadi yang mungkin membuat anda anda kecewa dg saya dan pemain timnas u22 lainnya.

Terkait dengan kartu kuning saya yg saya dapatkan tadi saya mau mengkonfirmasi bahwa saya sama sekali tidak terpancing emosi, saya tidak emosi sama sekali, saya, seperti biasa saya sebagai kapten tim berhak membela pasukan saya dilapangan dan maju paling depan untuk mereka,” ucap Hansamu dalam akun instagram pribadi miliknya yang direpost oleh klub nya saat ini Barito Putera.

konfirmasi dari @hannsamuyama ,tenang dangsanak kami selalu mendukungmu dan timnas Indonesia . @Regrann from @hannsamuyama – Selamat malam warga indonesia baik yang memfollow saya maupun yang melihat postingan saya ini, pertama tama saya mewakili seluruh pemain Tinmas u22 ingin meminta maaf kepada anda anda semua terakit insiden yang terjadi dilapangan tadi yang mungkin membuat anda anda kecewa dg saya dan pemain timnas u22 lainnya. Terkait dengan kartu kuning saya yg saya dapatkan tadi saya mau mengkonfirmasi bahwa saya sama sekali tidak terpancing emosi, saya tidak emosi sama sekali, saya, seperti biasa saya sebagai kapten tim berhak membela pasukan saya dilapangan dan maju paling depan untuk mereka..saya tadi hanya berniat untuk memisah pemain saya yg ikut keributan tadi, sebagaimana yg anda lihat dipertandingan sebelum sebelumnya, saya tidak ada berkata kasar kepada lawan ataupun tindakan lainnya, saya hanya mendorong pemain lawan dan berniat untuk menyelsaikan keributan tersebut, namun wasit berkata lain, lalu wasit memberi kartu kuning kepada saya, saya juga heran kenapa alasan wasit memberi saya kartu kuning..dari situlah saya mulai agak terpancing, bagaimana tidak terpancing, misal kita tidak berbuat apa2 lalu mendapat balasan yg tidak setimpal. Saya hanya ingin mengkonfirmasi itu saja, dan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi di dalam lapangan tadi.saya tidak mau anda berpikiran jelek ke saya. Saya tau itu adalah kerugian bagi tim tapi begitulah sepak bola. Dan bahwa anda harus tau, sepak bola bukan hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja, sepak bola adalah kerja tim bukan individu, di timnas u22 tidak ada pemain inti atau pemain cadangan, semua pemain memiliki kualitas yg sama. Maka dari itu tanpa kehadiran saya pun di partai selanjutnya indonesia tetap kuat tetap utuh dan tetap bertekad ingin mengharumkan nama indonesia di ajang sea games ini. Dan saya tau anda kecewa terhadap sikap saya dan menilai saya emosian saya terima itu. Tapi alasan diataslah yg membuat saya begitu. Sekali lagi saya meminta maaf atas apa yg saya terima tadi dan sekali lagi saya juga terus berharap dukangan anda kepada kami dan terus.

A post shared by Barito putera 1988 (@barito_putera) on

“Saya tadi hanya berniat untuk memisah pemain saya yg ikut keributan tadi, sebagaimana yg anda lihat dipertandingan sebelum sebelumnya, saya tidak ada berkata kasar kepada lawan ataupun tindakan lainnya, saya hanya mendorong pemain lawan dan berniat untuk menyelsaikan keributan tersebut, namun wasit berkata lain, lalu wasit memberi kartu kuning kepada saya, saya juga heran kenapa alasan wasit memberi saya kartu kuning, dari situlah saya mulai agak terpancing, bagaimana tidak terpancing, misal kita tidak berbuat apa2 lalu mendapat balasan yg tidak setimpal,” bebernya.

Karena Marinus, Luis Milla Sampai Harus Minta Maaf Kepada Kamboja

Akibat dari insiden tersebut membuat Hansamu tak bisa dimainkan dalam partai besar antara Indonesia kontra Malaysia pada fase semi final SEA Games 2017 karena akumulasi kartu.

“Saya hanya ingin mengkonfirmasi itu saja, dan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi di dalam lapangan tadi.saya tidak mau anda berpikiran jelek ke saya. Saya tau itu adalah kerugian bagi tim tapi begitulah sepak bola,” terang Hansamu.

“Dan bahwa anda harus tau, sepak bola bukan hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja, sepak bola adalah kerja tim bukan individu, di Timnas U-22 tidak ada pemain inti atau pemain cadangan, semua pemain memiliki kualitas yg sama. Maka dari itu tanpa kehadiran saya pun di partai selanjutnya Indonesia tetap kuat tetap utuh dan tetap bertekad ingin mengharumkan nama Indonesia di ajang sea games ini. Dan saya tau anda kecewa terhadap sikap saya dan menilai saya emosian saya terima itu. Tapi alasan diataslah yg membuat saya begitu.

Sekali lagi saya meminta maaf atas apa yg saya terima tadi dan sekali lagi saya juga terus berharap dukungan anda kepada kami dan terus,” tukasnya.

 

Komentar

komentar