STRIKER.ID – Aksi dukungan moral kepada warga Rohingya yang jadi korban kemanusiaan di Rakhine, Myanmar oleh Bobotoh yang dilakukan di dalam Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9) jelang melawan Semen Padang di pekan ke 23 Liga 1 tampaknya berujung dengan sanksi.

Sukses Tahan Imbang Persib di Bandung, Bek Semen Padang Ini Malah Menangis

Salah satu pihak PSSI memastikan bahwa aksi yang dilakukan Bobotoh ini melanggar. Seperti yang diungkapkan oleh otoritas sepakbola dunia, pesan atau simbol politik sebaik apapun, dilarang masuk ke dalam lapangan. Jika yang baik saja dilarang, apalagi yang bermuatan politik. Selain itu dilihat dari  aturan kompetisi Liga 1 2017 yang mengacu pada Law of The Game FIFA.

“Itu pasti kena. Agendanya paling masuk selasa,” ucap Dwi (Anggota PSSI Pusat).

Seperti di ketahui, koreo tersebut tampak terlihat rapi. Kata ‘Save’ dibuat dengan warna merah, sedangkan ‘Rohingya’ dengan warna biru dan putih.

Tentu saja ancaman sanksi ini bisa jadi akan kembali memberatkan langkah Persib Bandung seiring dengan Bobotoh yang baru saja lepas dari sanksi Komdis PSSI terkait larangan datang ke stadion.

Sementara itu, sebelum Bobotoh ada Persija Jakarta, (23/06/17) lalu yang didenda Rp30 juta karena suporternya, Jakmania, membentangkan spanduk yang dianggap bernada SARA yang bertuliskan ‘Jangan Ganggu Ulama Kami Menyampaikan Kebenaran’.

Gagal Kalahkan Semen Padang, Essien Justru Unggah Ini di Media Sosial

Tapi tetap saja, persetan kepada hukuman! Bobotoh mengklaim ini soal kemanusiaan.

Komentar

komentar