STRIKER.ID – Egy Maulana Vikri kini menjelma menjadi bintang baru pasca tampil memukau sepanjang Piala AFF U-18 yang berlangsung di Myanmar dengan sukses menjadi pencetak gol terbanyak. Imbasnya kini pemain muda berusia 17 tahun itu tengah menjadi perburuan beberapa klub besar Tanah Air seperti Persib Bandung, Arema FC, Semen Padang.

Inilah Deretan Klub Liga 1 yang Dikaitkan dengan Egy, Klub Mana yang Dituju?

Namun, dibalik kegemerlapan kiprah Egy saat ini, ternyata ada cerita pilu yang pernah dihadapi sang pemain. Dimana Egy hampir tak akan pernah bisa bermain bola lagi. Hal tersebut disebabkan karena orang tua kadungnya menyerah untuk bisa mewujudkan mimpi sang anak jadi pemain bola professional lantaran keterbatasan ekonomi, ditambah banyak pencari bakat yang tidak serius ingin mengorbitkan sang anak dan hanya mengejar uang.

Sebagai informasi, Egy kecil sempat berlatih di sekolah sepak bola SSB Tasbi, Medan. Ia mulai menunjukkan kemampuannya saat mampu tampil baik dan luar biasa di ajang Grassroots Indonesian U-12 Tournament 2012 di Tangerang Selatan. Saat itu ia memperkuat Asosiasi Sepakbola Indonesia (ASSBI) Provinsi Sumatera Utara. Selain mampu mengantarkan team yang ia bela menjadi juara, Egy juga mampu menjadi top skorer atau pencetak gol terbanyak dengan total 10 gol yang ia lesakkan selama turnamen.

Egy mulai menemukan titik terang dalam hidupnya dan masa depannya dalam bermain sepak bola kala bakatnya pertama kali ditemukan oleh seorang bernama Subagja Suhian. Subagja merupakan salah satu pencari bakat yang juga sempat menemukan bakat dari Firman Utina. Hal ini juga menepis isu bahwa pelatih team nasional U-19 Indra Sjafrie adalah orang yang pertama kali menemukannya.

“Hubungan saya dahulu lebih kepada pak Bagja. Beliau adalah sosok yang selama ini membawa saya kemana-mana. Beliau yang menemukan saya, lalu beliau merekomendasikan saya ke coach Indra,” terang Egy, dilansir dari UCNews.com

Subagja Suhian yang pertama kali hadir melihat Egy Maulana Vikri saat bertanding di Taman Setiabudi Indah (Tasbih) dalam Festival FIFA Grassroot Tahun 2012 di Medan yang melihat aksi Egy langsung kepincut dan menginginkan Egy segera di boyong ke Jakarta. Pelatih Egy di SSB nya pun setuju tapi sayang di awal orang tua Egy tak setuju karena mengira Subagja sama dengan pemandu bakat yang lain yang hanya meminta uang saja dan tidak punya niat tulus dan ikhlas mengorbitkan sang anak.

“Ketika saya bertemu dengan orang tuanya [Egy], saya malah dimarahi. Mereka menduga saya hanya menginginkan uang, seperti yang kerap mereka alami sebelumnya. Saya pun berusaha keras meyakinkannya,” tutur Subagja.

Orang tua Egy baru benar benar percaya dan mau melepas sang anak setelah Firman Utina menelepon langsung ke orang tua Egy untuk memintakan izin. Subagja bahkan sudah meminta kepada Raden Isnanta, yang saat itu menjadi asisten deputi Usia Muda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memberikan rekomendasi bagi Egy masuk ke Diklat Ragunan dan itu disetujui.

Subagja bahkan berjanji di depan orang tua Egy bahwa ia akan menjadi orang tua angkat bagi pemuda kelahiran 7 Juli 2000.

“Ketika nanti Egy sudah sukses masuk televisi dan menjadi profesional serta nasional, saya akan mengembalikan Egy ke orang tuanya. Kami pun sepakat,” terang Subagja

Bukan Indra Sjafrie, Namun Pria Inilah Yang Telah Mengantarkan Egy “Messi” Sesukses Sekarang

Kini sejumlah prestasi telah dicatatkan oleh Egy. Salah satunya Egy berhasil membuat ASIOP Apacinti menjadi juara dalam ajang Gothia Cup di Swedia dan menjadi pemain terbaik Gothia Cup untuk kelompok umur U-15. Egy juga mendapatkan penghargaan dari turnamen Jouer Revelation Trophee di Toulon Turnament pada tahun 2017 sebagai Breakthrough Players. Penghargaan ini bukan penghargaan biasa karena pemain-pemain seperti Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo pernah mendapatkan penghargaan ini di usia muda hingga kemudian mereka bisa menjadi bintang besar.

Komentar

komentar