STRIKER.ID – Kepolisian Paris mengamakan sebuah benda yang diduga bom rakitan disalah satu bangunan didekat markas Paris Saint Germain, Parc des Princes pada Sabtu kemarin (30/9/2017). Atas temuan tersebut pertandingan antara PSG kontra Bordeaux nyaris saja batal digelar.

Dilaporkan dari Dailymail bom ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 4.30 waktu setempat disebuah gedung Porte d’Auteuil distrik administratif ke-16 Kota Paris. Atas laporan warga polisi anti teror segera mengevakuasi tempat tersebut guna mencegah timbulnya korban jiwa.

Terkuak, Jalin Komunikasi Dengan Wenger, Mbappe Justru Pilih PSG

Rakitan bom terdiri dari empat tabung gas disiram bensin yang dikemas dengan sebuah ponsel sebagai detonator. Diperkirakan bom rakitan ini berdaya ledak sedang hingga besar.

“Bomb tersebut sudah dibasahi dengan bensin dan masih aktif. Benda tersebut ditemukan oleh masyarakat sekitar gedung Rue Chanez dan setelahnya mereka segera menghubungi polisi sebelum pukul 4.30.” kata seorang juru bicara kepada Dailymail.

Setelah bom selesai diamankan, polisi berhasil menyergap lima orang tersangka yang salah satunya terduga jaringan teroris Islam radikan/ ISIS. Polisi saat ini terus melakukan pengembangan guna mencari tahu apakah ada bom lain yang dipasang oleh jaringan teroris ini.

Setelah kabar ini mencuat pihak kepolisan nyaris menunda pertandingan Paris Saint Germain kontra Bordeaux yang akan digelar pada 22.00 waktu setempat. Pasalnya bom ditemukan sekitar 1 kilometer dari tempat pertandingan digelar.

Parc des Princes setidaknya mampu menampung 50ribu orang belum termasuk selusin pemain mahal PSG. Tempat kerumunan semacam itu menjadi target empuk serangan teror.

Meskipun demikian laga tetap berlangsung dan berakhir dengan kemenangan 6-2 untuk PSG.

Perancis memang sedang darurat terorisme pada beberapa tahun ini. Menurut laporan pada hari Minggu kemarin, seorang yang diduga anggota muslim radikal ditembak mati setelah membunuh dua keponakannya yang masih kecil didaerah Merseille.

PSG Menjadi Bukti Tak Mudah Menyatukan Sejumlah Pemain Bintang Dalam Satu Tim.

Belum lagi serangkaian serangan teror seperti serangan dikantor kartunis, dan juga aksi teror pada laga ujicoba Perancis lawan Jerman pada 2015 lalu yang menewaskan hampir 150 orang.

 

Komentar

komentar