STRIKER.ID – Mantan manajer Bayern Munich, Carlo Ancelotti mengaku tak malu meskipun baru saja dipecat oleh klubnya. Menurutnya pemecatan adalah salah satu resiko pekerjaan yang harus dijalaninya.

Setelah Anceloti dipecat, pelatih legendaris The Bavarian, Jupp Heynckes dipaksa turun gunung dari masa pensiunnya. Pihak Bayern sudah mengkonfirmasi pelatih 72 tahun tersebut bersedia menukangi Arjen Robben dan kawan-kawan hingga akhir musim.

Sementara itu pasca dipecat, Ancelotti kembali melanjutkan aktifitasnya seperti biasanya. Terakhir dia terlihat berada di Italia untuk menerima penghargaan atas bukunya yang berjudul “Il Leader Calmo”. Dan pada kesempatan tersebut mantan pelatih Chelsea tersebut sedikit mengomentari pemecatannya, termasuk rumorperseteruan dengan anggota pemainnya.

Serie A Beri Pelajaran Tersendiri Bagi Pelatih Italia Ujar Carlo Ancelotti

“Bayern Munich adalah bagian masa lalu bagi saya, dan saat ini saya masih tetap tenang. Dipecat adalah bagian pekerjaan dari seorang pelatih dan saya tak malu dengan hal tersebut. Selama 22 tahun saya menjadi pelatih saya selalu punya hunbungan baik dengan para pemain saya, karena saya selalu menghormati mereka,” ujar Ancelotti dikutip dari Marca.

“Apakah ada pemain yang tak sepaham dengan saya? Saya tak begitu tahu.  Saya menghormati mereka semua, tapi sebagai pelatih saya harus membuat keputusan untuk menurunkan 11 orang dan mencadangkan 7 orang lainnya.”

“Ini tergantung pada kecerdasan para pemain untuk menerima pilihan dan tergantung bagaimana sebuah klub mendukung pelatihnya.”

Pada kesempatan yang sama Ancelotti juga mengkomentari gurauan Vicenzo Montella yang ingin menjadikannya asisten di AC Milan.

Empat Alasan Mengapa Carlo Anceloti Layak Dipecat

“Montella pernah berkata dia ingin menjadi assisten saya, dan saya juga bisa menjadi assistennya. Kamii akan berganti peran dengan pertandingan yang sama. Kami hanya butuh mencari klun yang mengizinkan kami melakukan itu, tentu kami akan menemukannya,” seloroh pelatih asli Italia tersebut.

Komentar

komentar