STRIKER.ID – Penyerang RB Leipzig, Timo Werner punya kondisi tak lazim sebagai seorang pemain sepakbola. Pasalnya dia tak mampu bermain dalam kondisi stadion yang sangat ramai dengan saut-sautan suara.

Sudah menjadi hal biasa melihat ribuan suporter bola hadir ke stadion untuk melihat tim kesayangannya bertanding. Yel-yel dan nyanyian menambah semaraknya jalannya pertandingan. Namun hal tersebut tidak berlaku kepada Werner.

Inilah Jajaran Pemain Yang Dapat Rekom Dari Messi Dan Ronaldo Untuk Dibeli Pada Musim Dingin Nanti

Sebagai seorang pemain profesional, Werners justru dihadapkan dengan kekurangan fisik yang tidak menguntungkan. Dia tak sanggup bertanding ketika stadion dalam kondisi penuh dengan nyanyian dan sorak sorai yang memekakkan telinga.

Setiap kali dia berada dikondisi tersebut, dia mengalami vertigo yang membuatnya tak bisa berkonsentrasi dilapangan.

Menurut cekskor.com kondisi tersebut disebabkan karena tersumbatnya servik tulang belakang dan sendi temporomandibular yang menghubungkan antara rahang dan telinga. Kondisi tersebut hanya dapat ditimbulkan oleh kebisingan yang luarbiasa seperti kegaduhan saat pertandingan sepakbola.

Karena kekurangannya tersebut, pemain yang dikabarkan diminati Liverpool ini selalu menggunakan ear plug atau penyumbat telinga untuk mengurangi kebisingan. Namun terkadang benda itu tak membantu banyak ketika kegaduhan luar biasa seperti saat RB Leipzig melawat ke kadang Beksitas di Istambul Turki.

Pada laga lanjutan Liga  Champion 27 September lalu, pendukung tuan rumah membanjiri stadion untuk mendukung tim kebanggaanya. Stadion Voldavone Arena yang berkapasitas 32 ribu orang hampir penuh tak tersisa. Dan ketika para fans mulai bernyanyi dan berteriak sepanjang pertandingan, disanalah mimpi buruk bagi Werner dimulai.

Karena sangking bisingnya Werner terlihat kerap kali menutup telinga dengan kedua tanganya. Namun pada akhirnya dia tak tahan dan meminta sang pelatih untuk melakukan pergantian pemain.

Inilah Gol -Gol “Gokil” Kandidat Peraih Puskas Awards 2017

Karena kelainannya tersebut, pelatih Ralph Hassenhuetl tak memasukannya pada pertandingan lawan Borrussia Dortmud. Pasalnya publik Iduna Park dikenal sebagai suporter yang rajin hadir ketika ada pertandingan kandang.

Bayangkan saja jika dia bermain di Liga 1 Indonesia yang dikenal karena suporternya yang aktif dan berisik ketika mendukung kesebelasan kesayanganya. Mungkin dia tak akan tahan bermain ditengah deru genderang dan juga lagu-lagu penyemangat yang dinyanyikan oleh ribuan suporter. Apalagi batas antara tribun dan lapangan juga tak terlalu jauh, kepalanya pasti gampang puyeng.

Komentar

komentar