SURATKABAR.ID – Tidak lagi meniti karier sebagai pesepakbola di usia yang tergolong muda. Muhammad Sobran, atau dikenal dengan nama M Sobran, kini justru memilih jadi supir taksi online. Rupanya ada alasan menyentuh dibalik keputusan Sobran ini.

Nama M Sobran dikenal luas saat ia berkostum Sriwijaya FC (SFC) pada musim 2011/2012. Tepatnya pada era kepelatihan Kas Hartadi di klub asal Palembang tersebut.

Tak lagi bergelut dengan dunia si kulit bundar Sobran bukanya jadi pelatih atau juga memiliki SSB, namun ia justru menjalani hari – harinya sebagai supir taksi online di Palembang.

Rupanya hal tersebut bukanlah suatu keterpaksaan, atau tuntutan hidup. Ada alasan religius dibalik keputusannya meninggalkan hingar bingar sepakbola nasional. Sobran memutuskan berhijrah dan ingin lebih mendalami agama Islam.

Seperti dilansir dari Tribunnews, Sobran pertama kali tergerak untuk berubah, adalah ketia ia melihat putri pertamanya melaksanakan shalat maghrib sendiri, lalu kemudian dilanjutkan dengan membaca surat yasin dan berdoa untuknya membuat M Sobran merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

Dan hal ini pula yang melatarbelakangi pemain asli Sumsel ini untuk memutuskan berhijrah, meninggalkan ketenaran yang pernah didapatnya dan memulai kehidupan baru dengan lebih tenang.

Berhijrah baginya tidak mesti sukses dalam hal materi, tetapi menjadikan manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa kepada-Nya.

Setelah sempat terpuruk, kehidupannya sedikit demi sedikit mulai membaik. Tetapi setelah 2 tahun bekerja, Sobran tetap merasakan ada bagian yang kurang.

Walau dari sisi ekonomi tercukupi, namun batinnya berontak melihat hal-hal yang dianggapnya tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Di suatu waktu, ada sebuah peristiwa yang menurutnya menjadi titik balik dalam hidupnya.

“Istri saya mengirimi sebuah video dimana anak saya yang pertama ternyata sudah bisa shalat maghrib sendiri. Tidak hanya itu, usai shalat dia pun membaca surat yasin dan mendoakan kedua orang tuanya. Hati saya menangis, kemana saya selama ini, tidak sempat membimbingnya untuk lebih mengenal Allah SWT. Dan setelah itu, saya pun memutuskan resign dari pekerjaan saya tersebut, tekad saya cuma satu yakni memberikan rezeki yang halal untuk keluarga dan membimbing mereka agar tidak cuma bisa hidup di dunia namun juga di akhirat nanti,” ujar suami dari Ade Mahardika dan ayah dari Anissa Shazia Al Fatihah serta Adinda Asya Kirana ini.

Setelah memperdalam dan memperbaiki shalatnya, Sobran pun kembali mencari pekerjaan untuk menopang keluarganya. Menjadi sopir taksi online akhirnya menjadi pilihannya karena dianggap tidak akan menganggu kewajiban beribadahnya. Sobran juga tidak menampik, menjadi sopir taksi online juga penuh dengan suka duka.

“Pernah beberapa hari tembus poin, tetapi tidak jarang hanya sedikit sekali yang order. Tetapi prinsip saya hanya ingin jujur, karena itu selama 6 bulan ini tidak pernah mendapat suspend dari kantor. Soal rezeki, alhamdullilah selalu ada saja jalannya, pernah disaat sepi penumpang entah datangnya darimana ada perusahaan yang menyewa mobil saja secara offline selama 3 hari sehingga bisa menutupi orderan sepi itu, beberapa kali teman lama pun menghubungi dan minta diantarkan tanpa proses order online. Ini bukti bahwa Allah SWT sudah menjamin selama manusia mau berusaha dan memperbaiki diri. Sekarang keinginan saya pun hanyalah diberikan kekuatan untuk beristiqomah di jalan ini,” tegasnya.

Komentar

komentar