foto: ligaindonesia.id

STRIKER.ID – Barito Putera, tim asal Pulau Kalimantan tersebut musim ini memang terbilang punya prestasi yang biasa saja. Meskipun begitu, ternyata beberapa langkah yang diambil klub kebanggaan warga Banua ini sebenarnya patut kita acungi jempol, nah apa sajakah itu?

Sebenarnya kalau boleh jujur memang tidak ada yang spesial dari Barito Putera, jika kita tilik dari segi prestasi, hingga tulisan ini dibuat (pekan ke-30 Liga 1), klub asal Kota Banjarmasin ini masih menempati posisi ke tujuh klasemen sementara. Posisi yang tak jauh berbeda dari yang mereka dapat di putaran pertama.

Tapi rupanya, posisi inilah yang justru memperlihatkan keistimewaan Barito Putera. Sebagai salah satu tim klasik di Indonesia, Barito mampu tampil begitu stabil mulai dari awal musim. Sangat berbeda dengan tim – tim tradisional lainnya, seperti Arema FC, Persela Lamongan, Persib Bandung dll, yang sangat inkonsisten dan labil dari awal musim.

Terungkap, Ini Alasan Dibalik Keputusan Apparel Ternama Asal Inggris Gandeng Barito Putera Ketimbang Persib Atau Arema FC

Rahasia Barito Putera 

Ternyata rahasia stabilitas Barito Putera ini terletak pada target manajemen yang menginginkan klub berkostum khas kuning ini menjadi tim yang dibangun secara berkala dan profesional. Langkah tepat pertama yang mereka lakukan adalah dengan merekrut pelatih berkelas seperti Jacksen F Tiago sejak musim lalu di TSC.

foto: juara.net

Namun Jacksen tidak dibebankan untuk bisa membangun tim juara secara instant dengan mengandalkan pemain berkelas yang mahal. Manajemen menginginkan arsitek asal Brasil tersebut pelan tapi pasti membangun Barito jadi skuat bermental juara. Dengan pilar para pemain muda usia.

- Advertisement -

Hal yang sama memang pernah dilakoni Jacksen bersama Persipura Jayapura beberapa musim yang lalu. Dimana mantan pemain Persebaya tersebut berhasil menaruh landasan tim yang kuat, dan terus bisa konsisten hingga detik ini.

Langkah strategis berikutnya yang diambil manajemen Barito adalah soal rekruitmen pemain. Disamping memberikan kebebasan penuh kepada sang arsitek Jacksen F Tiago, manajemen juga tampak lebih memilih pemain muda sebagai basis tim (M Riyandi, Paulo Sitanggang, Nazarul Fahmi, Dandi Maulana, Gavin Kwan, Hansamu Yama) ditopang dengan beberapa pemain senior berpengalaman ( Ambrizal, Valentino Talaubun, Talauhu Abdul Musafri, Rizki Pora) plus ditambah pemain asing berkualitas dan efektif ( Douglas Packer, Mathias Cordoba, Aron Evans).

Perpaduan inilah yang membuat tim begitu stabil. Punya daya ledak dan semangat dari pemain  – pemain muda jangka panjang, dan diimbangi dengan ketenangan dan pengalaman dari pemain senior dan asing.

Soal urusan pundi – pundi rupiah, di Barito juga tidak menjadi problematika. Hasnur Grup selaku owner mereka sekarang, tampak tidak ragu dalam menggelontorkan dana. Tentu saja dalam batasan dan perhitungan bisnis yang matang. Sehingga tim juga tidak tampak terlalu boros (khususnya dalam belanja pemain).

Berkutat Di Papan Tengah, Barito Putera Ternyata Menempati Peringkat Atas Dalam Hal Ini

Bangun tim secara modern

Layaknya tim modern, strategi branding klub juga mereka pikirkan dengan matang. Yang terbaru, tanpa banyak bicara, Barito Putera berhasil menggandeng penyedia apparel asal Inggris Umbro. Bahkan kontrak antara Umbro dengan Barito mencapai tiga tahun.

foto: bola.com

Terobosan kerja sama apparel seperti ini bukanlah hal biasa di Indonesia. Mengingat kebanyakan klub di Indonesia, masih dalam model ‘beli borongan’ kepada apparel bukan kerja sama kontrak jangka panjang.  Dari sini artinya Umbro sendiri sebagai salah satu pelaku lama di industry sepakbola dunia, melihat ada ‘keistimewaan’ dalam diri Barito dibandingkan dengan klub – klub lain di Nusantara.

Dengan banyak langkah strategis dan istimewa yang diambil Barito, rasanya bukan tidak mungkin, klub yang bermarkas di Stadion 17 Mei ini sudah bisa merasakan kompetisi Asia dan jadi tim besar Indonesia dalam waktu tak lama lagi.

Jadi, jika saya harus menjagokan tim mana yang akan menjadi besar dan juara di Indonesia dalam waktu 3 tahun mendatang, pilihan saya jelas untuk Barito Putera. Karena membangun sebuah klub bukan sekedar jadi juara semusim, melainkan membangun komunitas dan juga ekosistem yang sehat demi bisa menatap masa depan lebih panjang.

 

Komentar

komentar