foto: kompas.com

STRIKER.ID – Melawan timnas Mongolia pada laga lanjutan turnamen Aceh World Solidarity Games di Stadion Harapan Bangsa pada Senin (04/12), Timnas Indonesia hanya mampu meraih kemenangan tipis 2-3. Faktor lapangan yang becek dan licin membuat permainan Ilija Spasojevic dkk tidak berkembang.

Sejak peluit wasit Toriq Al Katiri dibunyikan menandai kick-off  babak pertama, lapangan memang tampak tidak kondusif, genangan air dan lumpur terlihat di beberapa bagian, khususnya di tengah lapangan, serta bagian depan kedua gawang yang ada.

Hal ini pun memaksa Timnas tak mampu memaikan gaya bermain pendek merapat yang menjadi karakter mereka selama ini. Para gelandang lincah seperti Osvaldo Hay dipaksa banyak memainkan bola – bola panjang langsung ke lini depan yang dihuni oleh Ilija Spasojevic.

Beruntung Indonesia punya seorang Gavin Kwan Adsit. Full back asal Barito Putera ini sukses menggetarkan gawang Mongolia pada menit ke-7, memanfaatkan umpan silang Febri Haryadi yang gagal diantisipasi pemain belakang lawan.

Berusaha terus mengurung pertahanan Mongolia, serangan Indonesia berkali – kali justru digagalkan kondisi lapangan yang licin. Tak lagi bermain tiki-taka, Pasukan Garuda justru mengandalkan sisi sayap lapangan yang relatif lebih kering. Namun permainan ini tampak mudah dibaca pemain belakang Mongolia.

Hingga akhirnya di menit ke-25, Osvaldo Haay berhasil menggandakan keunggulan Timnas, dengan memanfaatkan kerja sama apik antaran Febri Haryadi dan Ilija Spasojevic. Skor 2-0 untuk Indonesia.

Tersengat dua gol Indonesia, Mongolia berupaya meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali mereka mencoba menembus pertahanan Indonesia yang dijaga ketat Fachrudin Aryanto.

Sayangnya, Indonesia akhirnya harus dihukum tendangan penalti, setelah Saddil Ramdani yang tampak tergelincir lumpur, justru kakinya mengenai lawan dan dianggap pelanggaran di dalam kotak penalti.

Tampil sebagai eksekutor, penyerang Munk-Erdene berhasil menunaikan tugasnya dengan baik di menit ke-38, skor berubah 2-1, masih untuk keunggulan Timnas.

Masuk injury time babak pertama, justru Indonesia yang dapat hadiah penalti. Tak menyia – yiakan kesempatan Ilija Spasojevic menendang dengan keras bola ke arah kiri dan menggetarkan gawang Mongolia. Skor 3-1 untuk Indonesia ini pun bertahan hingga babak pertama usai.

10 menit babak kedua berlangsung, Mongolia kembali mendapat hadiah tendangan penalti untuk kedua kalinya. Petaka tersebut terjadi lantaran penjaga gawang Satria Tama menjatuhkan pemain lawan di kotak terlarang. Untuk kali kedua Tuguldur Munkh-Erdene mencatatkan namanya pada papan skor lewat sepakan penalti, kali ini mengarah ke tengah. Bola mengecoh Satria Tama yang justru bergerak ke kanan. Kedudukan 3-2.

Pada menit ke-67 Indonesia hampir saja kembali menjauh. Sayangnya sepakan keras Ilham Udin Armaiyn masih dapat ditangkap penjaga gawang lawan. Sembilan menit jelang laga usai Ilham juga mendapat momentum lewat sundulan usai menerima umpan silang Febri Haryadi. Bola tak menghasilkan gol lantaran tak sekadar melebar dari gawang.

Usai peluang tersebut, nyaris tak ada lagi ancaman-ancaman yang menghasilkan gol. Skor akhir 3-2.

 

Komentar

komentar