photo: bola.net

STRIKER.ID- Kekalahan timnas indonesia di ajang Aceh World Solidarity Tsunami Cup saat melawan tamunya timnas Kyrgistan dengan skor tipis 0-1, langsung direspon oleh mantan pelatih Arema, Tony Ho. Ia menilai jika timnas Indonesia masih banyak pekerjaan rumah.

Menurut Tony, pekerjaan rumah tersebut adalah masih banyaknya aksi individu pemain terutama dari sisi sayap, yang perlu segera diperbaiki.

“Indonesia memang sudah berusaha main cepat. Tapi, aliran bolanya tidak lancar karena lapangan jelek. Kondisi ini diperparah oleh aksi Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay yang terlalu individualistis dari sisi sayap,” ujar Tony dilansir dari bola.com.

#PersibDay Dinobatkan Sebagai ‘Raja’ di Lini Masa Twitter Indonesia Tahun 2017

Aksi individu kedua pemain tersebut menurut Tony percuma karena rapatnya lini belakang Kyrgyzstan dan lebih bermain ke dalam menutup ruang gerak kedua pemain untuk berkreasi. “Dukungan antar lini pun tidak berjalan optimal,” tambah Tony.

Selain memiliki organisasi pertahanan yang baik, Kyrgyzstan dinilai bermain efektif atau jarang berlama-lama dengan bola. “Mereka mengandalkan umpan panjang. Alhasil, saat mereka diserang, delapan sampai sembilan pemain Kyrgyzstan lebih mudah menghadapi Indonesia yang hanya mengandalkan paling banyak lima pemain,” beber mantan asisten pelatih Arema.

Pergerakan dua bek sayap yakni Putu Gede dan Ricky Fajrin, dinilainya kurang aktif membantu serangan sampai sepertiga daerah pertahanan lawan. Tony juga menyoroti gol Kyrgyzstan yang terjadi karena kelalaian lini belakang dalam mengontrol pergerakan lawan.

“Seperti biasa, pemain timnas kita terpaku dengan bola tanpa melihat pemain lawan yang muncul,” ungkap Tony pernah menjadi asisten pelatih di PSM dan Persela ini

Mengejutkan! Pemain Lawas Ini Akhirnya Pilih Cabut Dari Arema FC

Masuknya Ilija Spasojevic, di babak kedua,dinilainya tidak membawa pengaruh besar untuk menambah kualitas serangan tim Garuda.

Tony berharap Luis Milla bisa mendapatkan solusi untuk mengatasi kelemahan timnas. Terutama menghadapi lawan yang secara fisik lebih unggul. Apalagi di Asian Games 2018, Indonesia yang membidik semifinal akan menghadapi tim kuat seperti tim dari Timur Tengah dan pecahan Uni Soviet yang berpostur tinggi besar.

Dari sisi mental, Tony juga berpesan agar setiap pemain timnas bisa mengontrol emosi ketika di dilapangan apalagi nanti di Asian Games wasit asing akan memimpin.

Komentar

komentar