photo : bolasport.com

STRIKER.ID-Mungkin banyak pecinta bola tanah air, tak mengenal Bayu Eka Sari, namun jika dikaitkan dengan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla mungkin sedikit banyak mengetahuinya. Ya.. nama Bayu Eka Sari atau yang kini akrab dipanggil bang Bes adalah bagian penting dari perjalanan timnas U-22 yang ditangani oleh pelatih asal Spanyol, Luis Milla.

Mengapa penting, karena tanpa adanya sosok Bang Bes, mungkin program Luis Milla tak akan mampu dijalankan dengan baik oleh punggawa timnas, Bayu Eka Sari merupakan penerjemah bagi pelatih Luis Milla.

Sabeq Fahmy Fahrezy, Pencetak 12 Gol Timnas U-19 Dalam Satu Pertandingan Yang Siap Kembali Cari Menit Bermain, Adakah Klub Liga 1 Yang Minat?

Dulu sebelum menjadi penerjemah, Bayu Eka Sari melamar ke PSSI bukanlah di bagian penerjemah, melainkan dibagian keuangan tapi karena pada saat itu PSSI butuh penerjemah bahasa Spanyol untuk Luis Milla, bang Bes ditawari dan mengambil kesempatan sebagai asisten pelatih.

Entrenador asal Spanyol, Luis Milla memang membutuhkan bantuan dalam komunikasi dengan pemain, karena Luis Milla hanya bsia menggunakan bahasa Ibunya.

Yak salah jika PSSI menggunakan jasanya, karena bang Bes sapaan akrabnya mampu menguasai dua bahasa lain yakni Perancis dan Portugal.

Seperti halnya Mourinho, pelatih Manchester United saat ini, dulunya juga seperti halnya Bang Bes, yang menjadi alih bahasa untuk Sir Bobby Robson saat menangani klub Sporting Clube de Portugal dan Barcelona akhir 90 an.

Tak Hanya Eropa, Egy Maulana Vikri Juga Diburu Klub Australia

Hal itulah yang dipakai Bayu Eka Sari untuk menjelaskan terkait pekerjaannya saat ini. Tidak ada yang tidak mungkin bagi seseorang untuk bisa menjadi besar, kalau orang tersebut mau berusaha dan bergerak lebih maju.

“Itu membuktikan bahwa kita semua bisa. Kalau kita mempunyai mimpi, jangan menyerah dan harus tetap maju. Buktikan di lapangan. Lihat dia sekarang,” tutur Bayu dilansir dari kompas.com

Seperti Mourinho dan Robson, Bayu mengaku mendapat banyak pelajaran sepak bola dari Milla. Dia menyadari bahwa untuk menjadi seorang pesepak bola hebat, kemampuan tanpa kedisiplinan tidaklah cukup.

Meski mendampingi Luis Milla hampir 24 jam sehari tidak lantas membuat Bayu merasa spesial, seperti halnya Mourinho yang mengklaim predikat The Special One ketika baru tiba di Chelsea pada 2004.

Pemain Yang Bawa Arema Juara 2010 Ini, Ingin Kembali Berkostum Singo Edan

“Karena panggilan saya BES, jadi saya mau menjadi the best one saja,” ujar Bayu yang menimba ilmu ekonomi di Perancis ini.

Meski sudah ditunjuk sebagai asisten pelatih, Bayu tidak ingin terburu-buru mengambil langkah seperti halnya Mourinho untuk merintis karier kepelatihan.

Menurut pria berusia 26 tahun itu, ada banyak pertimbangan sebelum menjajal karier kepelatihan yang membutuhkan sertifikasi dan kesiapan mental.

 

Komentar

komentar