photo: sindonews.com

STRIKER.ID– Eks penyerang timnas era 1991, Rochy Putiray mengeluhkan soal turunnya mental tanding yang dimiliki oleh pesepakbola Indonesia. Ia menilai sudah tidak ada lagi sosok pemain yang “greget” dalam sepakbola dewasa ini.

Melihat perkembangan Timnas Indonesia yang diasuh oleh pelatih asal Spanyol ,Luis Milla, Rochy tak bisa berkomentar banyak. Namun satu hal yang menjadi kritiknya adalah kekuatan mental dalam meraih prestasi.

Mantan Arema Ini Tegaskan Prioritaskan Timnas, Meski Berkarier Di Luar Negeri

“Saya baru bisa komentar mengenai kepelatihan Luis Milla di Timnas Indonesia setelah satu tahun dia di Indonesia. Karena kita tinggal di rumah baru juga perlu adaptasi selama kurang lebih tiga sampai sembilan bulan,” kata Rochy dilansir cnnindonesia.com.

Dahulu, kata Rochy, kebanyakan pemain berasal dari orang yang tidak mampu. Berbeda dari kondisi sekarang yang menurutnya kebanyakan atlet dari orang tua yang mampu secara ekonomi. Hal itulah yang menurut Rochy kemungkinan besar membuat mental tanding pemain bola masih belum kuat.

“Tapi kalau atlet sekarang berasal dari orang tua yang mampu, namun tak punya semangat juang, untuk apa? Tapi kalau dari angkatan saya, memang bukan dari kalangan tidak mampu. Tapi kami dari kampung tapi ingin mengejar prestasi,” imbuh Rochy.

- Advertisement -

Empat Tahun Fokus Pemulihan Cedera, Eks Bek Kiri Arema Ini Akhirnya Kembali Ke Liga 1

Saat ditanya siapa pesepakbola Indonesia saat ini yang memiliki jiwa petarung seperti dieranya, ia dengan tegas menjawab tidak ada.

“Tidak ada, karena mereka bukan petarung. Keinginan untuk bermain sepak bola bukan lahir dari mereka, orang tua mereka yang memaksa untuk bermain bola, bukan karena mereka yang ingin bermain bola,” uacpnya dengan tegas.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola profesional Indonesia, penyerang Timnas Indonesia era 1991-2004 tersebut mendirikan akademi sepak bola di Solo dan Sekolah Sepak Bola di Jakarta.

Tujuan hidupnya saat ini adalah berbagi ilmu kepada junior-junior agar kelak menjadi pesepakbola hebat. Namun untuk menjadi pemain kelas dunia, ada satu hal penting yang menurut Rochy perlu ditanamkan dalam setiap diri pemain sejak dini, yakni mental.

 

Komentar

komentar