foto : Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

STRIKER.ID – Bhayangkara FC kembali melajutkan parade kemenangannya di Kota Surabaya setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta. Memang sebelum merger dengan PS Polri, Bhayangkara FC merupakan tim yang dibuat untuk mengisi kekosongan wakil Persebaya di kompetisi PSSI.

Konvoi yang diselenggarakan pada Senin pagi (18/12/2017) kemarin dimulai dari Hotel Alana dan berakhir Mapolda Jawa Timur.

Waduh! Eks Legiun Asing Persebaya Ini Telibat Aksi Pembobolan ATM Di…

Sayangnya konvoi tersebut tak mendapatkan sambutan baik dari Bonek Mania. Alih-alih disambut layaknya juara, Bhayangkara FC justru dihadiahi beberapa spanduk berisi cibiran dari pihak Bonek.

Memang sejak dulu pendukung Persebaya ini begitu sensitif dengan klub berjuluk The Guardian. Selain karena  kasus dualisme pada 2010 lalu, sengketa TMS juga memperkeruh suasana.

“Tidak pantas Anda berkonvoi di kota kami. Bhayangkara FC, balikno (kembalikan) TMS Persebaya,” demikian bunyi spanduk yang terletak di Jalan Darmo.

foto : Nono Gutbaidy/EJ

Sementara itu pentolan Bonek Mania, Tubagus Dadang Kosasih menyebut Bhayangkara tak tau malu dengan menggelar konvoi di Surabaya. Dadang menganggap Bhayangkara sukses juara karena meminjam fasilitas dari Persebaya (TMS).

“Mereka juara Liga 1 tidak berkah. Transfer pemain itu kan pakai hak milik Persebaya. Sekarang tiba-tiba mereka konvoi di kota markas klub yang telah mereka zalimi. Yang seperti itu adalah tindakan pihak yang tidak tahu malu,” kata Dadang dilansir dari Bola.com.

Selan itu Dadang jengkel tak ada perwakilan Bhayangkara yang mau menemui Bonek saat aksi damai di Taman Bungkul sehari sebelumnya. Padahal saat itu jajaran manjemen sudah berada di Surabaya sejak hari Minggu.

Piala Presiden Dipastikan Bakal Digelar, Ini Dia Jadwal Resminya!

“Rasanya tidak ada itikad baik dari mereka. Bhayangkara FC sempat berdalih yang akan menyelesaikan TMS adalah PSSI. Tapi, menggelar konvoi di Surabaya itu menyakiti kami (Bonek). Mereka juga tidak ada kulonuwun (permisi) datang ke sini,” imbuhnya.

 

Komentar

komentar