STRIKER.ID – Bermain untuk salah satu klub terkaya didunia seperi Real Madrid tak serta merta membuat seorang lepas dari jeratan takdir. Óscar Miñambres adalah contoh kongkret pedihnya jalan takdir seseorang. Besar dan berkembang di Real Madrid tak mampu menyelamatkannya dari garis yang dituliskan Tuhan.

Dilansir dari Footballtribe.com, Óscar Miñambres adalah pemain yang sempat mengatarkan Real Madrid juara Liga Champion pada 2001/2002 silam. Namun kini dihari tuanya, pemain asli Spanyol ini justru dipaksa berjualan rokok demi bertahan hidup.

Usai Jatuh Miskin, Netizen Berharap Emmanuel Eboue Jadi Marquee Player

Miñambres muda memulai karir sepakbolanya bersama Real Madrid B pada tahun 2000. Saat itu penampilan apik dan usaha gigih mampu membuatnya promosi ketim utama hanya dalam kurun waktu semusim saja.

Vicente del Bosque yang kala itu menjadi manajer memberikannya kesempatan untuk menjalani debut pada tanggal 10 Februari 2002. Kala itu dia sukses membantu El Real mencukur habis La Palmas dengan skor telak 7-0.

Óscar Miñambres nomor dua dari kanan
- Advertisement -

Penampilan apiknya membuatnya banyak menuai pujian dan bahkan digadang sebagai suksesor Michel Salgado. Dengan proyeksi masa depan yang cerah, Del Bosque semakin percaya dengan kemampuannya. Diapun kembali dipercaya turun kembali pada dua laga Liga Champion. Sayangnya saat final melawan Bayer Leverkusen, dia tak diturunkan karena alasan taktik.

Pun demikian dia tetap layak naik podium untuk mendapatkan penghargaan sebagai kampiun Liga Champion. Sayangnya medali itu menjadi akhir dari manisnya perjalanan Miñambres bersama Real Madrid.

Paca kesuksesan tersebut, Florentino Perez mengagendakan pembelian pemain besar-besaran atau yang lebih dikenal Los Galacticos jilid 1. Pada saat itu kehadiran pemain-pemain top seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo, David Beckham, Roberto Carlos, Raul Gonzalez menggeser pemain-pemain binaan asli macam Alvaro Mejia, Javier Portillo, Francisco Pavon.” ‘Pavones’ yang tergeser kehadiran ‘Zidanes’ ” adalah ungkapan yang cocok menggambarkan situasi Madrid saat itu.

Dan Miñambres adalah salah satu dari ‘Pavones’ yang kurang beruntung.

Singkat cerita meskipun masih  bertahan di Madrid pamor Miñambres benar-benar menurun drastis. Kondisi tersebut diperparah dengan cedera lutut yang membekapnya. Semusim sesudahnya pun Miñambres menyerah dan memutuskan untuk menyebrang ke Espanyol sebagai pemain pinjaman.

Sayangnya bergabung dengan klub Katalan ini tak juga mampu merubah keadaan. Cedera lutut yang semakin parah membuatnya banyak menepi dipinggir lapangan.

Setelah kontraknya bersama Madrid habis pada 2007, Miñambres terpaksa melanjutkan karir bersama klub kelas teri macam, Hercules. Namun belum genap satu bulan, Miñambres memutuskan membatalkan kontraknya dan mundur dari lapangan hijau untuk selamanya diusianya yang baru 26 tahun. Sebuah akhir tragis untuk seorang pemuda berbakat.

Usai tak lagi merumput, pemain kelahiran 1981 ini banting setir sebagai seorang peracik tembakau(tobacconist) atau penjual rokok. Ironinya semasa hidupnya  Miñambres tak pernah sekalipun menghisap rokok, bahkan dia menuturkan pernah menceramahi seseorang karena rokok.

“Saya sendiri tidak pernah merokok. Saya bahkan memarahi orang-orang yang merokok di dekat saya. Tapi, saya harus menjual tembakau demi mencari nafkah” tuturnya pada www.minuto91.es.

Miñambres Sendiri mengatakan profesi yang digelutinya saat ini bukanlah keinginannya. Namun tetap saja dapur harus tetap mengepul dan kehidupan terus berlanjut meski getirnya sudah mulai terasa.

Wow, Klub Thailand Ini Hanya Butuh Dua Hari Untuk Raup Miliaran…

“Sudah lebih dari enam tahun saya bekerja delapan jam dalam sehari,” sambungnya. “Ini bukan impian hidup saya, dan saya juga tidak menyukai pekerjaan ini. Namun, saya tetap harus menjalaninya,” cerita  Miñambres.

Komentar

komentar