photo: sindonews.com

STRIKER.ID– Pada akhir November hingga awal Desember 2017 lalu, nama kapten Arema FC, Johan Ahmad Alfarizi sempat mencuat di kalangan publik pecinta bola di Bali.

Saat nama pemain asli binaan akademi Arema itu hendak diumumkan manajemen Bali United, ternyata sang bek kiri ini memilih mengembalikan uang muka dan kembali ke pelukan Arema FC.

Jebolan Akademi Arema ini menunjukan sikap sebagai pemain profesional, dan lebih memilih menghormati kontraknya di Arema FC hingga Februari 2018.

Namun, memasuki tahun baru 2018, nama rAlfarizie kembali terdengar. Pemain asal Jatiguwi Sumberpucung kabupaten Malang itu dikabarkan bakal kembali ke Bali United.

Kembali munculnya nama pemain arema yang selalu identik dengan angka 87 itu bukanlah tanpa alasan. Selain faktor pengalaman dan karakter Alfarizi yang militan di atas lapangan, namun ada pertimbangan lain mengapa Bali United lebih condong menginginkan pemain ini.

Bali united menilai, sosok pemain ini bisa bermain sebagai wing bek kiri, wing bek kanan dan center back.

Apalagi, Bali United kekurangan bek kiri jika Ricky Fajrin dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Asian Games 2018.

Di pos bek kanan pun hanya ada bek muda Andhika Wijaya dan Dias Angga Putra.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro pun memberi “isyarat” menambah pemain belakang khusus bek kiri dan kanan.

“Kita akan lihat posisi bek. Khusus untuk bek kanan dan bek kiri yang masih harus ditambah,” kata Coach WCP dilansir dari Tribun Bali

Meski demikian pelatih Bali United, Widodo C Putro tak lantas ingin mendatangan pemain yang bersangkutan, tim pelatih masih akan melihat pemain bek dari tim Bali United U – 19, sejauh mana perkembangan mereka, sebelum dicoba atau dimasukkan dalam tim.

Ketika disinggung untuk menambah bek senior dalam tim, Widodo mengaku hal itu untuk antisipasi kepergian Ricky Fajrin ke Timnas.

“Kita akan lihat jadwal Timnas dulu, jika Ricky Fajrin dipanggil,” pungkas pelatih yang masuk 15 besar daftar pelatih terbaik Asia itu.

 

Komentar

komentar