foto: goal.com

STRIKER.ID – Keberadaan sebuah klub sepakbola tentu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan fans alias suporter. Mereka hadir menjadi nafas bagi  sebuah klub untuk menunjukkan konsistensi dan eksistensi nya dalam sebuah kompetisi. Hingga keberadaan nya selalu mendapay perhatian dari pengelola klub yang terkait.

Namun hal berbeda yang terbilang unik justru terjadi di klub Blitar United, yang baru saja promosi ke Liga 2 dari Liga 3. Walikota Blitar Samanhudi Anwar justru menyatakan ia lebih senang jika tetangga PSBI dan PSBK tersebut tak perlu mendapatkan sokongan dan dukungan suporter setia. Lalu apa sebabnya?

Seperti dilansir dari Bola.com, Samanhudi sebenarnya berpendapat bahwa keberadaan suporter memang diperlukan demi memberikan kontribusi positif kepada klub. Baik dari sisi psikologis, maupun juga pendapatan tiket.

“Suporter memang bisa memberi banyak kontribusi kepada klub. Mereka bisa jadi kekuatan bagi tim untuk mendongkrak semangat bertanding para pemain. Suporter juga membantu keuangan klub dari tiket penonton. Tapi kami belum membutuhkan suporter,” tutur Samanhudi Anwar.

Walikota Blitar – Samanhudi Anwar

Pria nomor satu di pemerintah Kota Patria ini menuding keberadaan suporter di sisi lain justru banyak merugikan klub. Hal tersebut terjadi, ketika fans dan suporter tidak mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang baik dari klub bersangkutan.

“Berkaca dari banyak insiden kerusuhan antarsuporter sepak bola di Indonesia, kami memilih Blitar United tak perlu dukungan suporter. Karena dari keributan itu malah menimbulkan permusuhan antarkelompok dan imbasnya kepada warga daerah setempat,” kata Samanhudi Anwar.

Samanhudi Anwar lebih memandang sepakbola sebagai sarana pemersatu bangsa Indonesia, bukan justru memecah belah. Sehingga ia ingin suasana kota nya tetap kondusif seperti sekarang.

Baca juga:

“Tujuan kami sepak bola harus jadi perekat bangsa, bukan pemecah persatuan. Untuk apa punya suporter fanatik, bila akhirnya kami malah punya banyak musuh di daerah lain,” ucapnya.

Walaupun tak berharap punya suporter fanatik, namun Samanhudi Anwar tetap berharap warga Blitar tetap mau memberikan dukungan dan semangat kepada Blitar United, ketika bermain di kandang sendiri.

“Bedakan pendukung fanatik dan penonton fanatik. Kalau penonton, mereka adalah pencinta sepak bola dan ingin disuguhi permainan yang menghibur. Mereka lebih objektif saat menilai hasil pertandingan. Kalau suporter selalu ingin timnya menang. Tapi kalau tim idolanya kalah, suporter cenderung menimbulkan masalah,” jelasnya.

Komentar

komentar