STRIKER.ID – Mantan manajer Bayern Munchen, Carlo Anceloti menjadi kandidat terkuat suksesor Arsene Wenger di Arsenal. Kabar ini mencuat setelah ketidak pastian masa depan Wenger berkaca dari performa Arsenal musim ini.

Menurut sejumlah media Inggris seperti Evening Standard, Daily Mail dan Metro, Anceloti menjadi kandidat terkuat untuk menukangi Arsenal jika The Profesor memutuskan mundur dari jabatannya pada akhir musim nanti. Meskipun masih bersifat spekulasi namun kemungkinan mundurnya Wenger besar terjadi.

7 Bintang Serie A Musim Lalu Yang Terjerembab di Musim Ini

Musim lalu sebenarnya Wenger sudah terlihat ragu untuk memperpanjang kontraknya di Arsenal setelah melihat desakan dari fans yang memintanya untuk mundur. Namun pada akhirnya persuasi The Gunner berhasil dan Wenger bersedia menambahh masa baktinya selama dua musim lagi.

Diharapkan dengan penambahan kontrak tersebut, pelatih asal Perancis tersebut bisa menebus kesalahannya dimusim lalu. Namun hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan terjadi pada tubuh Arsenal.

Jika Arsenal kembali gagal dapat dipastikan spanduk dan banner bertuliskan ‘wengerout’ atau ‘wengexit’ kembali naik. Belum lagi pelatih yang sudah dua dekade menukangi Arsenal ini gagal mempertahankan pemain bintangnya sepeti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Dengan semua tekanan tersebut bukan tidak mungkin Wenger akhirnya akan menyerah dan mengakhiri 21 tahun kepemimpinannya di Arsenal.

Disisi lain mengapa nama Carlo Anceloti yang naik, karena Arsenal membutuhkan sosok manajer yang penuh pengalaman setelah ditinggal Wenger nanti. Selain karena kurang stabil, Arsenal juga kehilangan dua pilar utamanya pada akhir musim nanti. Sehingga mereka membutuhkan sosok manajer kawakan macam Anceloti.

Siapakah Yang Bakal Jadi Tumbal Kedatangan Ross Barkley ?

Anceloti sendiri bukanlah orang baru di Premier League. Sebelum hijrah ke Bundes Liga, pelatih asal Italia ini sempat menukangi The Blues, Chelsea selama beberapa musim. Dia bahkan sukses mengantarkan Chelsea menjadi kampiun EPL edisi 2009/10.

Komentar

komentar