photo: gilabola.com

STRIKER.ID– Tim pujaan Aremania, Arema FC akan melakoni laga kandang keduanya dengan menghadapi tamunya PSIS Semarang dalam gelaran Piala Presiden 2018. Jelang laga tersebut, mantan punggawa Arema FC yang kini berseragam laskar Mahesa Jenar, Gilang Ginarsa angkat bicara soal laga krusial baginya itu.

Menurut pemain asal Jakarta ini, kekuatan Arema dari sejak dirinya membela tim berjuluk Singo Edan itu tetap memliki daya magis luar biasa, dan tetap tak bisa dianggap remeh, meski sekarang banyak dihuni pemain muda.

“Mereka tim besar. Terlebih lagi, kali ini mereka akan bermain di kandang sendiri,” Ujar Gilang  dikutip dari bola.net.

Meski telah lama meninggalkan bumi Arema, dirinya sama sekali tak risau kala mengahdapi mantan klubnya itu, karena sebelum berkostum PSIS, dirinya sudah sering menghadapi skuat singo edan kala membela klub Madura United dan Sriwijaya FC.

“Sejak tidak lagi bersama, saya sudah beberapa kali menghadapi Arema,” tambah Gilang.

“Bersama Madura United dan Sriwijaya FC, saya sudah pernah menghadapi Arema,” sambungnya.

Sementara itu, jelang bertemu Arema, Gilang membeber analisanya terhadap kekuatan tim yang kini dibesut Joko Susilo tersebut. Menurut pemain asal Jakarta ini, pemain Arema yang harus diwaspadai oleh skuat Mahesa Jenar adalah sosok pemain senior Hendro Siswanto dan Alfarizi, yang memiliki energi luar biasa saat berada di sisi kiri penyerangan Arema.

“Masih ada sosok pemain senior macam Hendro Siswanto dan Johan Ahmat Farizi. Inilah yang harus diwaspadai dari Arema,” ungkap Gilang

Kala menghadapi tim asal Semarang, Jawa Tengah mendatang, semangat dan motivasi tim singo edan dipastikan akan meningkat paska ditahan imbang oleh tim Persela lamongan Sabtu (20/01/18) lalu. Oleh karenanya Gilang akan memberi motivasi berlebih kepada kawan kawannya saat di lapangan nanti.

“Mereka pasti memiliki semangat dan motivasi luar biasa, tetap harus konsentrasi lebih” pungkas Gilang.

Laga kedua Arema FC di Grup E Piala Presiden 2018 kali ini akan akan dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (25/01/18) perpindahan ini dikarenakan kondisi lapangan Stadion Gajayana Kota Malang tak bisa digunakan karena rumput rusak akibat hujan deras.

 

 

 

Komentar

komentar