foto: IG @baliunitedfc

STRIKER.ID – Indonesia gagal menempatkan satu wakilnya di kompetisi antar klub leve tertinggi Asia, Liga Champion. Hal tersebut terjadi setelah jagoan Tanah Air Bali United harus mengakui keunggulan wakil Thailand Chiangrai United dengan skor 2-1. Banyak yang menyesali hal ini, namun seharusnya justru kita tersenyum, karena ternyata harapan itu selalu ada.

Jujur saya sendiri sebenarnya tak bisa menutupi kekecewaan, karena gagal melihat tim Indonesia bisa mengejar asa ke Liga Champions Asia (LCA), apalagi karena sudah sejak 2011 (Arema Indonesia), kita tak lagi pernah merasakan ketatnya kompetisi tertinggi di Asia tersebut.

Namun kekecewaan saya rupanya hanya sesaat. Melihat permainan Bali United dan juga bagaimana pusingnya Chiangrai untuk bisa menang, hingga perlu tambahan waktu, tentu membuat saya bangga.

foto: IG baliunitedfc

Meskipun Chiangrai memang hanya tim peringkat empat Liga Thailand musim lalu, sedang Bali United adalah runner up Liga 1, namun kita perlu ingat bahwa sepakbola profesional kita baru seumur jagung.

Secara resmi, Liga 1 2017 adalah kompetisi pro pertama Indonesia, setelah lepas dari hukuman FIFA dan berbagai persoalan dualisme yang seolah – olah membuat kita berjalan di tempat bahkan mundur.

Bayangkan hasil kompetisi semusim kita, ternyata sudah bisa mengimbangi wakil dari kompetisi profesional yang sudah berjalan konsisten selama bertahun – tahun, bahkan Liga Thailand disebut – sebut sebagai liga sepakbola terbaik di Asia Tenggara.

Sehingga apa yang dicapai oleh Bali United ini bukanlah suatu kemunduran. Melainkan kemajuan pesat dari kompetisi seumur jagung yang masih banyak melakukan penataan dan evaluasi di sana – sini.

Dimana memasuki tahun kedua (Liga 1 2018) tentu diharapkan regulasi dan kualitasnya bisa semakin meningkat.

Apalagi di waktu yang sama pada kualifkasi LCA, klub raksasa negara tetangga Johor Darul Ta’zim, justru dibantai oleh wakil Thailand lainnya Muangthong United dengan skor 5-2. Tentu saja hal ini membuktikan bahwa kualitas wakil kita di level Asia Tenggara tidak memiliki gap yang begitu besar.

wakil Malaysia JDT dibantai Klub Thailand Muangtong United 5-2

Asa Bali United untuk bisa mengharumkan nama bangsa juga belum tertutup. Lantaran Serdadu Tridatu juga masih akan masuk babak utama Piala AFC, bersama wakil Indonesia lainnya Persija Jakarta.

Secara umum klub Indonesia makin berkembang dan maju

Rupanya perkembangan apik klub Indonesia di kancah ASEAN tidak hanya terlihat dari Bali United. Dari beberapa turnamen pra musim yang melibatkan tim – tim undangan dari luar negeri, ternyata perwakilan Tanah Air justru bisa mengimbangi, bahkan menjadi juara.

Sebut saja Persija di Sport Boost Fix Super Cup Malaysia, yang justru muncul sebagai yang terbaik. Lalu PSM Makassar yang sukses jadi yang terbaik di turnamen Super Cup Asia, dengan mengungguli Adelaide United (Australia), Home United (Singapura) dan MND (Kamboja).

Begitu pula dengan Madura United di Suramadu Super Cup 2018, yang sukses menjadi juara, setelah unggul dari wakil Malaysia Kelantan FA, dan yang terakhir PSS Sleman (Liga 2) yang jadi juara Coppa Sleman, dimana dalam turnamen tersebut juga ada wakil Negeri Jiran PDRM.

Semua capaian tersebut memang hanya hasil dari pra musim. Namun melihat cara bermain dan juga semangat profesionalisme tim – tim Tanah Air, rasa – rasanya kita masih tidak perlu terlalu iri dengan capaian Vietnam yang baru saja menembus final Piala Asia U-23.

Klub di Indonesia juga menunjukkan perkembangan menarik dan apik musim ini. Mereka mulai melakukan tren kontrak jangka panjang. Sesuatu yang sangat langka di musim – musim sebelumnya.

photo: striker.id/launching tim Madura United

PSM Makassar, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, Arema FC dan banyak klub lain sudah memulainya, meskipun masih belum semua pemain yang dikontrak jangka panjang. Namun setidaknya ini mulai menunjukkan semangat profesionalisme klub – klub Indonesia.

Karena dengan konsistensi liga dan PSSI, serta semangat profesionalisme tinggi para klub di Indonesia, rasa – rasanya apa yang dicapai Vietnam dan Thailand, tak lama lagi juga bisa dicapai oleh kita, hingga jadi kebanggaan bagi warga Indoenesia.

Komentar

komentar