STRIKER.ID – Nama Egy Maulana Vikri memang mampu mencuri perhatian publik sepak bola nasional maupun internasional. Hal tersebut tak lepas dari performa apik yang selalu ditunjukkan pemain berusia 19 tahun yang kini tengah mencoba keperuntungan di Eropa itu.

Akan tetapi, sebelum nama Egy Maulana Fikri mencuat, ada satu nama Egi yang juga turut mencuri perhatian sepak bola Tanah Air. Pemain yang dimaksud adalah Egi Melgiansyah. Pemain kelahiran 4 September 1990 itu merupakan mantan pemain Timnas Indonesia U-23. Namun, sebelum itu dia bermain Timnas Indonesia U-14, Indonesia U-15, Indonesia U-17, Indonesia U-19 dan Indonesia U-21.

Baca Juga 

Kiprah Egi Melgiansyah diawali dari Piala Coca-Cola tahun 2006 kala ia membela SMA Darussalam. Diajang tersebut ia dinobatkan sebagai pemain terbaik. Puncaknya terjadi saat ia masuk ke dalam skuat timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2009. Statusnya saat itu pun tak main-main, Egi dianggap sebagai salah satu gelandang paling berbakat yang dimiliki oleh Indonesia. Padahal, saat itu ia masih berumur 18 tahun. Sayangnya diajang SEA Games 2009 tersebut Indonesia tak mampu lolos dari babak penyisiham grup.

Kemudian ia kembali mendapatkan kesempatan berjubah merah putih pada tahun 2011 berkat penampilannya di klub yang dibelanya saat itu Pelita Jaya. Kala itu, Timmas yang dipimpin Rahmad Darmawan, mempunyai ekspektasi besar terhadap Egi. Ia dijadikan sebagai kapten tim yang juga gampil digelaran SEA Games 2011 tersebut. Padahal, skuat timnas SEA Games 2011 tersebut sebetulnya dipenuhi oleh pemain-pemain bintang. Selain Egi, ada nama Andik Vermansah, Titus Bonai, Ramdani Lestaluhu, hingga Oktovianus Maniani di dalam tim tersebut.

Bermain di rumah sendiri, dengan mengandalkan kepemimpinan Egi di atas lapangan, timnas SEA Games 2011 benar-benar tampil memukau. Setelah menghajar Kamboja 6-0 di pertandingan pembuka, Singapura dan timnas Thailand, yang saat itu diperkuat oleh Theeraton Bunmathan dan juga Sarach Yooyen, juga berhasil dikalahkan. Dalam laga menghadapi Thailand sendiri, Egi menjadi salah satu kunci kemenangan Indonesia. Dominasinya di lini tengah dalam pertandingan tersebut membuat permainan Thailand sulit untuk berkembang. Sayangnya, perjuangan tersebut gagal lantaran pertandingan puncak, Indonesia kalah adu penalti dari Malaysia.

Menariknya, gelaran SEA Games 2011 tersebut ternyata menjadi puncak karier Egi Melgiansyah sejauh ini. Selepas gelaran tersebut, ia memang masih masuk ke dalam skuat SEA Games 2013, di mana ia menjadi salah satu di antara sedikit pemain Indonesia yang tampil dalam gelaran SEA Games dalam tiga edisi berturut-turut. Namun, ia bukan lagi pilihan utama dalam gelaran SEA Games 2013 tersebut. Daripada memainkan Egi, Rahmad Darmawan lebih senang memainkan Dedi Kusnandar dan Rizky Pellu di lini tengah.

Tak hanya itu, karier Egi di level klub juga meredup. Selepas dari Pelita Jaya, Egi yang sempat bermain untuk Arema Indonesia dan Persija Jakarta. Kini ia hanya bermain di Liga 2 untuk Persita Tangerang. Tentu kondisi tersebut sangat ironi, dimana saat rekan-rekannya di Timnas tengah menikmati puncak karirnya, kiprah Egi justru tak lagi mencuat bahkan terkesan teggelam.

 

Komentar

komentar