STRIKER.ID – Sepanjang tahun 2018 ini, Timnas Indonesia memiliki dua jadwal untuk tampil dikompetisi level Asia, mulai dari Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September, serta Piala AFF 2018 antara awal bulan November hingga pertengahan Desember 2018.

Namun, sebelum membahas lebih jauh terkait persiapan Timnas mengikuti dua ajang tersebut, masih banyak kelebihan dan kekurangan yang menyelibuti tim kebanggaan warga Indonesia ini dari segi kompisisi pemain.

Baca Juga 

Jika kita melihat kelebihan yang dimiliki Timnas Indonesia sejak berdirinya puluhan tahun silam memang memiliki segudang pemain potensial yang kiprahnya cukup diperhitungkan di berbagai posisi. Akan tetapi dalam bebrapa tahun terakhir, kondisi berbeda justru terjadi, dimana banyak pemain bintang yang muncul tapi hanya dari posisi yang sama, atau tidak munculnya  pemerataan pemain bintang disetiap lini.

Dalam beberapa tahun terakhir bisa kita lihat, Timnas Indonesia hanya memiliki banyak pemain dari tiga posisi saja yang jumlahnya sangat meluber. Ketiga posisi tersebut yakni Penjaga Gawang, Full Bek dan Geladang sayap.

Sejak dulu diposisi kper memang bisa dikatakan tidak sampai terjadi defisit pemain, karena bnayk pemain potensial yang mampu berkontribusi apik untuk Timnas Indonesia seperti Hendro Kartiko, Kurnia Meiga, Andritany dan beberapa kiper senior lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir banyak pemain diposisi ini yang bsia jadi opsi dimainkan untuk Timnas, seperti Kartika AJie, Satria Tama, Muhammad Riho dan terakhir yang mampu mencuri perhatian adalah kiper PSMS Medan, Abdul Rohim.

 

Tribunmedan.com

Diposisi full bek Timnas juga tidak sampai mengalami krisis pemain, karena banyak pemain lokal yang mampu dijadikan tembok tebal skuad garuda. Sejak era 90-an linibnelakang timna banyak dihuni bek potensia seperti Aji Santoso dan Ismet Sofyan. Dalam beberapa tahun terakhir, juga semakin banyak bermunculan pemain potensial diposisi ini, seperti Rezaldi Hehanussa, Johan Alfarizi, Beny Wahyudi, Riki Fajrin, Alfath Fathier, Zal Nando, Rifad Marasambessy.

Diposisi gelandang sayap juga melimpah pemain potensia dalam beberapa tahun terakhir seperti Erol Iba dan Elie Aiboy, bahkan yang mampu mencuri perhatian baru-baru ini yakni Andi Vermansyah, Febri Haryadi, Ferinando Pahabol dan Osvaldo Hay.

Sejauh ini yang masih menjadi kesulitan pelatih Timnas yakni mencari pemain potensial diposisi Striker dan gelndang bertahan. Hal tersebut ternyata dikarenakan pemain lokal kalah jam terbang dengan pemain asing yang justru lebih banyak menghuni posisi tersebut.

foto: goal.com

Beberapa pemain seperti Marinus Maryanto Wanewar, Dimas Drajat dan Ahmad Nur Hardianto juga masih belum bisa terlihat maksimal kala dipercaya mengawal lini depan Timans Indonesia.

Melihat permasalah diatas, semoga ada solusi dari beberapa klub khususnya di kasta tertinggi untuk mengembangkan pemain di posisi striker dan gelandang bertahan, agar terjadi pemeratan pemain potensial di setiap lini.

Komentar

komentar