Tribunnews.com

STRIKER.ID – Polemik hutang subsidi dan hak siar PT Liga kepada klub-klub kasta tertinggi tampaknya makin memanas. Terbaru, manajemen Persipura Jayapura juga turut angkat bicara soal polemik tersebut. Melalui Media Officer Persipura , Bento Madubun menyatakan bahwa Mutiara Hitam selama ini hanua dinerikan janji-janji oleh PT Liga untuk pelunasan hutang.

Sebagai informasi, bahwa sesuai janji sejatinya PT Liga membayar uang subsidi klub sebanyak tiga tahap. Tahap pertama mereka membayar sebesar 600juta kepada masing-masing klub, kemudian tahap kedua 600juta, serta tahap ketiga sebesar 1,5milliar rupiah. Sejauh ini yang terbayar hanya tahap pertama saja. Selain itu, uang hak siar juga belum dikeluarkan oleh PT Liga.

Baca Juga 

Bahkan fakta baru yang lebih parah lagi, ternyata PT Liga juga belum membayar hak – hak Persipura mulai dari Torabika Soccer Championship ( TSC ) 2016.

“Kita masih tunggu janji – janji PT . Liga untuk membayar hutang – hutangnya. Ini persoalan besar. Bukan kita saja, klub yang lain juga sudah merandang,” ungkap Bento Madubun, Senin ( 12/02/2018 ), dilansir dari @galeripersipura

“Jangankan Liga 1, Torabika Soccer Championship juga belum di bayar hak siarnya dan yang lainya,” tegas Bento.

Menurut Bento situasi seperti ini tidak bagus dalam kompetisi di Indonesia yang sejatinya mulai bangkit. Padahal, klub-klub sudah semaksimal mungkin memenuhi tugas-tugas mereka hingga akhir musim 2017 kemarin. Bisa saja hal ini akam kembali berujung pada sanksi FIFA lagi jika terus membesar tanpa ada penyelesaian yang tepat.

“Kita sudah menjalankan tugas – tugas kita sebagai klub sampai dengan kompetisi berakhir di tahun 2017 tahun lalu. Kita menyayangkan situasi ini, artinya kalau jadi besar kita bisa di sanksi lagi oleh FIFA,” paparnya.

Kini pihak Persipura hanya berharap agar Liga Indonesia Baru (LIB) jangan dulu fikir yang lain – lain . Fokus dulu menyelesaikan hutang-hutang nya kepada klub agar kompetisi Liga 1 musim 2018 berjalan lancar tanpa batu krikil.

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar