STRIKER.ID – Salah satu posisi paling kritis di Timnas Indonesia saat ini adalah striker tajam. Kondisi ini sendiri menadapat sorotan tajam dari mantan bomber Garuda, Budi Sudarsono. Pemain berjuluk Phyton ini menuding keengganan klub menggunakan pemain depan lokal jadi penyebabnya. Benarkah?

Setidaknya apa yang disampaikan Budi memang boleh dibilang benar adanya. 18 klub Liga 1 yang kini sedang bersiap untuk mengikuti kompetisi, semuanya mengandalkan penyerang asing. Hanya beberapa saja yang saat ini masih dalam tahap melakukan seleksi, itupun juga asing yang mereka seleksi.

Tercatat, hanya ada Persipura Jayapura, Persija Jakarta, Borneo FC, Arema FC, Persebaya Surabaya yang punya penyerang lokal, meskipun banyak diantaranya yang belum jaminan akan mengunci posisi inti. Mungkin hanya Boaz di Persipura dan Lerby Eliandri di Borneo FC yang bisa dipastikan mengunci posisi inti di skuatnya.

Adapun beberapa klub yang lain memilih untuk menggunakan jasa penyerang naturalisasi sebagai ujung tombak di lini depan. Seperti, Bali United dengan Ilija Spasojevic nya, Bhayangkara FC (Herman Dzumafo), Madura United (Cristian Gonzales ) dan Sriwijaya FC (Beto Goncalves).

- Advertisement -

Baca juga: 

Berikut adalah daftar klub  Liga 1 2018, dan daftar penyerang utamanya:

  1. Persib Bandung      : Ezechiel N’Douassel (Chad), Jonathan Bauman (Argentina) dalam                                    proses, Mukhlis Hadi Ning
  1. Bali United             : Ilija Spasojevic (naturalisasi), Hanis Saghara
  1. Bhayangkara FC   : David Apreciado (Brasil), Herman Dzumafo (naturalisasi) ,Marinus                                 Wanewar
  1. Persipura                     : Marcel Sacramento, Hilton Moreira (Brasil, Boaz Salossa
  1. Madura United              : Cristian Gonzales (naturalisasi), Seleksi asing
  1. PSIS Semarang            : Tahap seleksi asing
  2. Persela Lamongan        : Tahap seleksi asing
  3. Mitra Kukar                  : Fernando Ortega (Spanyol)
  4. Borneo FC                   : Marlon da Silva (Brasil),  Lerbi Eliandry
  1. Arema FC                  : Thiago Furtuoso (Brasil), Ahmad Nurhadianto, Rivaldy Bauwo                                          Dedik Setiawan
  1. Barito Putera             : Patrick dos Santos (Brasil), Bijahil Chalwa
  1. Sriwijaya FC            : Manucher Dzalilov (Tajikistan), Beto Goncalves (naturalisasi)
  1. Persebaya Surabaya : Proses seleksi asing, Rishadi Fauzi
  1. Perseru Serui       : Silvio Escobar (Paraguay)
  2. PSMS Medan       : Sadney Urikhob (Namibia), Wilfried Yessoh (Pantai Gading)
  1. PSM Makassar     : Bruce Djite
  2. Persija Jakarta    : Marko Simic,  Bambang Pamungkas
  1. PS TNI/ PS TIRA : Elio Martins (Portugal)

Dari data di atas memang terlihat bahwa penyerang lokal masih belum bisa mendapatkan porsi lebih di klub – klub Liga 1. Hal inilah yang membuat sulitnya mencari sosok pemain untuk di lini depan Timnas Indonesia.

Hingga akhirnya jalan pintas naturalisasi jadi pilihan dalam menghadapi kebuntuan permasalahan ini. Padahal sejatinya dari kasta bawah (Liga 2) suddah banyak potensi penyerang lokal yang muncul. Namun tercatat hanya Rivaldy Bauwo yang naik kelas bersama Arema, itupun sang top skor Liga 2 musim lali ini masih sulit menembus ke tim utama Singo Edan.

Baca juga:

Mungkin boleh jadi malah kompetisi negara tetangga bisa jadi alternatif para penyerang nasional menempa diri, seperti halnya yang dilakoni Ferdinand Sinaga, Terens Puhiri, Ilham Udin Armayn dan David Laly.

Jadi, adakah klub yang berani memberikan kesempatan kepada penyerang lokal muda sebagai penyerang utama di musim ini dan musim – musim mendatang ?

 

Komentar

komentar