STRIKER.ID – Laga leg kedua babak 32 Liga Europa yang mempertemukan Athletic Bilbao dengan Spartak Moscow pada Jum’at (23/2/18) diwarnai kericuhan diluar stadion. Akibat bentrokan tersebut satu polisi meninggal karena berusaha membubarkan kerusuhan.

Dialnsir dari Marca.com, Kericuhan antar dua kelompok suporter garis keras atau ultras pecah didaerah sekitar Stadion San Mames jelang pertandingan. Kericuhan dimulai saat ultras dari Spartak Moscow yang kurang lebih berjumlah 200 orang dan ultras dari Bilbao terlibat aksi saling lempar.

Inilah 7 Pemain Yang Pernah Mencetak 5 Gol Dalam Satu Pertandingan

Kedua kubu yang tak terima kemudian saling membalas dan kericuhan pun tak terhindarkan. Tak hanya botol, kedua belah pihak juga kedapatan melemparkan proyektil dan flare. Kondisi semakin ricuh ketika kedua kelompok mulai melakukan pengerusakan terhadap kaca milik warga.

The Ertzaintza atau kepolisian sipil pun diterjunkan untuk meredan aksi brutal dari kedua kelompok superter. Naas korban justru datang dari pihak kepolisian. Inocencio Aria Gracia (50), mengelamai masalah jantung (cardiac arrest) setelah terkena lemparan flare dari kerumunan. Korban sempat dilarikan kerumah sakit terdekat, Basurto Hospitall namun sayangnya nyawanya tak tertolong dalam perjalanan.

Atas kejadian tersebut, pihak berwenang mengamankan lima orang yang diduga provokator dimana tiga diantaranya merupakan warga Rusia.

Sementara itu Atletico Bilbalo sukses melaju kebabak 16 besar Liga Europa setelah menang dramatis dengan agregat 4-3 atas wakil Rusia, Spartak. Spartak unggul terlebih dahulu melaui Luiz Adriano pada menit ke 44. Namun keunggukan tim tamu tak bertahan lama setelah Xabier Etxeita menyamakan kedudukan pada menit ke 57. Spartak kembali unggul pada menit ke 85 setelah Lorenzo Melgareho mampu menceploskan bola kegawang I. Herrin.

Menang 10-0 atas Mariana Utara, Laos Berpotensi Jegal Langkah Indonesia

Meskipun kalah 1-2, Bilbao layak lolos kebabak 16 karena menang 3-1 dikandang Spartak pada leg pertama.

Komentar

komentar