photo: merdeka.com

STRIKER.ID– Pasca menjadi buah bibir warga net kala mengikuti acara reality show di salah satu televisi nasional, mantan kapten Arema Alexander Pulalo nampaknya merasakan “efek”nyata, ia mulai tersorot kembali.

Ia mulai kembali diperbincangkan publik, kali ini ia tersorot kala mengawal Parung Soccer School U-9 di kompetisi IJL Mayapada 2018.

Hadirnya Alexander Pulalo di pinggir lapangan benar-benar jadi kekuatan tambahan untuk skuat Parung Soccer School U-9. Di pekan keempat IJL Mayapada 2018 pada Minggu (04/03/18), Parung Soccer School mampu meraih tiga kemenangan sekaligus.

“Anak-anak tampil luar biasa.  Bukan hal mudah bermain tiga laga dalam sehari apalagi bicara soal fisik. Tadi cuaca juga sangat panas terik sekali, pasti tenaga mereka terkuras,” ujar Alex dilansir bolanasional.co.

Bagi mantan pemain singo edan era pelatih Benny Dollo, momen di IJL Mayapada 2018 kemarin adalah debutnya sebagai pelatih PaSS. Dan hal itu sempat membuatnya sedikit grogi.

photo: bolanasional.co

“Ini baru pertama kalinya, saya menjalani debut sebagai pelatih di level kompetisi sepak bola usia dini. Agak tegang memang lebih dahsyat rasanya daripada saat masih jadi pemain,” ucap Alex dengan senyum sumringah.

“Ini kan levelnya anak-anak, jadi saya tidak bisa berhenti untuk terus bicara kesana kemari, ingatkan ke mereka soal posisi dan ya masih banyak lagi tadi,” tambah mantan pemain Timnas Indonesia.

Hal itulah sontak membuat Alex kian bergairah. Ia mengakui ada atmosfer baru ia rasakan saat menikmati atmosfer kompetisi IJL Mayapada 2018 secara langsung sebagai pelatih. Dan hal itu menjadi tantangan menarik baginya sebagai seorang pelatih.

“Saya memang punya pengalaman sebagai pemain profesional tapi melatih anak-anak SSB ini juga bukan hal mudah. Setiap pelatih harus kuat dan tahan mental,” ujar pemain berdarah Papua tersebut.

“Ya itu kan tantangannya apalagi setelah langsung menemani PaSS bertanding di pinggir lapangan tadi. Ibaratnya saya semakin ketagihan mengawal PaSS di IJL Mayapada 2018, ini kompetisi paling ideal dan menarik sekali,” tambahnya.

PaSS sendiri sejauh ini mulai merangkak naik ke papan atas Grup B Sensation. Dari lima laga, tim yang baru terbentuk setahun ini sukses mengantongi 16 poin.

“Saya tadi sempat amati, semua tim-tim sudah semakin berkembang ya. Kita ga bisa anggap enteng karena semua pertandingan adalah final,” pungkas mantan pesepak bola jebolan Timnas PSSI Primavera tersebut.

Komentar

komentar