STRIKER.IDLiga 1 musim 2018 bersiap digulirkan pada 25 Maret 2018 mendatang. Persiapan matang pun hampir semua telah dilakukan oleh seluruh kontestan kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, tak terkecuali Sriwijaya FC. Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini memulai perjuangan dimusim ini dengan langkah positif yakni menjadi jawara turnamen pra musim Piala Gubernur Kaltim 2018.

Langkah positif ini bisa saja menjadi cikal bakal kebangkitan Sriwijaya yang bisa dibilang prestasinya cukup buruk dimusim 2017 lalu, dimana mereka hanya mampu finis diperingkat ke-11.

Baca Juga

Dilihat dari catatan sejarahnya, Sriwijaya FC yang awalnya adalah sebuah klub yang berasal dari Jakarta, yakni Persijaktim berdiri pada 1976 yang kemudian pernah pindah ke Solo lantaran mengalami permasalahan finansial hingga kemudian kembali berpindah kandang ke Palembang

- Advertisement -

Tak hanya pindah kandang, per 23 Oktober 2004, Persijatim juga secara resmi diambil alih oleh pemerintah Sumatera Selatan. Namanya pun berubah menjadi Sriwijaya FC. Sejak saat itu, nama Persijaktim pun seolah menghilang dari peredaran dan tak lagi dikenang oleh publik sepa bola Tanah Air. Kini yang dikenal hanya Sriwijaya FC dengan segudang prestasinya di Liga Tanah Air.

Sejak saat itu, Sriwijaya FC bisa dibilang sebagai salah satu klub besar di Indonesia. Prestasi klub berjuluk Laskar Wong Kito ini terbilang cukup mentereng di persepakbolaan nasional.

Pada 2007, Sriwijaya FC memiliki pencapaian fenomenal sekaligus sejarah baru sebagai klub yang meraih double winner. Kala itu, Sriwijaya FC berhasil menjuarai Liga Indonesia dan Coppa Indonesia pada tahun yang sama.

Setahun kemudian, Sriwijaya FC mampu mempertahankan gelar Coppa Indonesia, namun trofi Liga Indonesia harus terlepas. Lalu, pada musim 2009-2010, Sriwijaya FC lagi-lagi mampu memenangi Coppa Indonesia, yang kala itu sudah berganti nama menjadi Piala Indonesia.

Torehan Laskar Wong Kito yang memenangi tiga Piala Indonesia secara berturut-turut adalah yang pertama kalinya terjadi di sepakbola tanah air. Deretan prestasi tersebut langsung menjulangkan nama Sriwijaya FC sebagai salah satu klub elite Indonesia.

Hebatnya lagi, pada 2012, Sriwijaya FC sukses kembali menjuarai Liga Super Indonesia.  Sederet raihan itu pun membuat masyarakat Palembang, Sumatera Selatan semakin jatuh hati kepada Sriwijaya FC.

Melihat trend positif dan persiapan matang musim 2018 ini, bisa saja Sriwijaya FC berpeluang mengulang sejarah. Apa lagi mereka musim ini mendapatkan amunisi pemain yang kualitasnya cukup mumpuni baik asing maupun lokal. Disamping itu, juga disuport dengan kehadiran pelatih Rahmad Darmawan. Namum, potensi rotasi pemain masih masih berpeluang dilakukan oleh Sriwijaya FC jelang Liga 1 musim 2018.

Gambaran susunan Tim Sriwijaya FC 2018:

Pelatih Kepala Sriwijaya FC: Rahmad Darmawan

Kiper:

Teja Paku Alam, Sandy Firmansyah, Dikri Yusron Afafa, Rangga Pratama

Bek:

Hamka Hamzah, Bio Paulin, Mahammadou N’Diaye, Marcko Sandy, Novan Sasongko, Alfin Tuassalamony, Berry Rahmada, Rafif, Zalnando, Ahmad Faris.

Pemain Tengah:

Yuu Hyunkoo, Makan Konate, Adam Alis, Ichsan Kurniawan, M. Nur Iskandar, Rahmat Hidayat, Syahrian Abimanyu, Samuel Christianson, Zulfiandi.

Pemain Depan:

Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, Manuchekhr Dzhalilov, Patrich Wanggai, Rizsky Dwi Ramadhana, Yogi Rahardian.

Prediksi musim 2018

Pada kompetisi resmi musim 2018 ini, Sriwijaya FC memang mentargetkan diri menjadi jawara. Meski terbilang cukup berat, tapi kans meraih gelar doble winers sangat terbuka lebar bagi Laskar Wong Kito, pembuktiannya sudah dilakukan di kompetisi resmi pra musim, yang keluar sebagai jawara Piala Gubernur Kaltim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar