photo: ongisnade.co.id

STRIKER.ID– Siapa yang tak kenal Suroso, mantan bek Arema musim 2008 yang juga sekaligus kapten tim ini memliki pandangan berbeda soal persaingan klub di liga 1, apalagi tentang mantan tim yang pernah dibelanya itu. Pemain 36 tahun itu mengaku sudah memiliki tim yang dijagokan untuk Liga 1.

Bek yang musim lalu memperkuat Bhayangkara FC dan merasakan Juara Liga 1 2017 itu menilai jika Persija musim ini akan menjadi jawaranya, karena selain materi pemain bagus suasana kekeluargaan di internal Persija juga sangat baik.

“Musim ini akan menarik. Beberapa tim memiliki materi pemain bagus, seperti Madura United, Sriwijaya FC dan Bali United. Tapi modal materi pemain saja tidak cukup jadi juara. Harus disertai dengan suasana bagus. Kekeluargaan antar pemain, pelatih dan manajemen itu juga sangat penting. Jadi saya melihat Persija yang bisa jadi juara,” kata Suroso dilansir dari bola.com.

Tidak hanya materi pemain yang baik, Suroso juga menilai keberadaan direktur anyar Persija, Gede Widiade, juga memberi alasan tersendiri baginya kalau setiap tim yang dipegang oleh Gede memiliki trek record baik.

 “Saya pernah bekerja sama dengan beliau saat masih di Bhayangkara FC. Suasana tim selalu bagus ketika dipegangnya. Saya yakin Persija sekarang juga seperti itu. Finansial lancar dan yang lainnya berjalan profesional,” imbuh mantan Kapten Arema ini.

Lantas, kenapa Suroso tidak menjagokan Arema FC  yang merupakan mantan klubnya? Ternyata ia memiliki alasan tersendiri, Suroso melihat klub pujaan Aremania itu masih butuh waktu untuk jadi juara. Perubahan komposisi pemain yang dilakukan membuat mereka harus menata dari awal.

Arema juga masih naik turun dan beberapa kali diterpa masalah finansial. Musim lalu keterlambatan gaji di Arema dikaitkan dengan prestasi tim yang terdampar di papan tengah Liga 1.

“Untuk musim ini sepertinya Arema masih di papan tengah,” imbuhnya.

Suroso menambahkan kunci tim sukses menjadi jawara di kompetisi adalah bagus secara kekeluargan serta bagus secara manajemen klub.

“Waktu saya bersama tim juara (Bhayangkara dan Persik), suasana tim sejak masa persiapan sudah sangat enak. Kekeluargaan sangat terasa dan manajemen juga bagus. Jadi itu kuncinya,” pungkasnya.

Suroso juga pernah merasakan beberapa kali titel juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Selain dengan Bhayangkara, dia pernah membawa Persik Kediri juara pada musim 2006.

Mantan kapten Arema FC musim 2008, Suroso ingin melihat persaingan klub di Liga 1 2018. Pemain 36 tahun itu mengaku sudah memiliki tim yang dijagokan untuk Liga 1. “Musim ini akan menarik. Beberapa tim memiliki materi pemain bagus, seperti Madura United, Sriwijaya FC dan Bali United. Tapi modal materi pemain saja tidak cukup jadi juara. Harus disertai dengan suasana bagus. Kekeluargaan antar pemain, pelatih dan manajemen itu juga sangat penting. Jadi saya melihat Persija yang bisa jadi juara,” kata Suroso. Bek yang musim lalu memperkuat Bhayangkara FC dan merasakan Juara Liga 1 2017 itu melihat suasana di Persija sangat bagus. Apalagi setelah jadi juara Piala Presiden 2018. Selain itu, keberadaan Gede Widiade sebagai Direktur Utama Persija juga menjadi kekuatan tersendiri. “Saya pernah bekerja sama dengan beliau masih masih di Bhayangkara FC. Suasana tim selalu bagus ketika dipegangnya. Saya yakin Persija sekarang juga seperti itu. Finansial lancar dan yang lainnya berjalan profesional,” imbuh bapak dua anak ini. Tapi, kenapa Suroso tidak menjagokan Bhayangkara atau Arema FC yang merupakan mantan klubnya? Dia melihat dua klub itu masih butuh waktu untuk jadi juara. Perubahan komposisi pemain yang dilakukan membuat mereka butuh lagi. Terutama Bhayangkara setelah kehilangan Evan Dimas, Ilham Udin Armayn dan beberapa pemain lain. Arema juga masih naik turun dan beberapa kali diterpa masalah finansial. Musim lalu keterlambatan gaji di Arema dikaitkan dengan prestasi tim yang terdampar di papan tengah Liga 1. “Untuk musim ini sepertinya Arema masih di papan tengah,” imbuhnya. Suroso juga pernah merasakan beberapa kali titel juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Selain dengan Bhayangkara, dia pernah membawa Persik Kediri juara pada musim 2006. “Waktu saya bersama tim juara (Bhayangkara dan Persik), suasana tim sejak masa persiapan sudah sangat enak. Kekeluargaan sangat terasa dan manajemen juga bagus. Jadi itu kuncinya,” pungkasnya. (Bolacom) #suroso #bolacom #infobolaindo #persija

A post shared by info sepakbola indonesia ⚽ (@infobolaindo_) on

Komentar

komentar