photo: bolalob.com

STRIKER.ID- Panitia pelaksana (panpel) Arema FC telah menetapkan dua jenis tiket untuk pertandingan kategori biasa dan yang berlabel bigmatch.

Dalam rapat koordinasi bersama Aremania, suporter fanatik Arema FC, di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (13/3/18) sore kemarin, panpel Arema FC mencoret laga kandang PSM Makassar dari daftar bigmatch.

Alasannya dari Aremania, pertandingan melawan PSM tercatat tidak selalu konsisten, sehingga tribun stadion jarang sekali terlihat padat oleh suporter.

“Tadinya kami dari manajemen memiliki rancangan PSM Makassar masuk daftar laga bigmatch Arema FC, tetapi Aremania punya usulan lain. Akhirnya kami sepakati PSM tidak kami masukkan untuk menghargai dan menghormati usulan tersebut,” ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dikutip dari wearemania.net.

Menurut pria yang juga sebagai sekretaris Dispora itu, ada faktor yang membuat laga melawan PSM tak lagi menarik bagi Aremania. Padahal, dari segi kualitas, PSM termasuk klub elite di Tanah Air karena dihuni pemain-pemain berkualitas serta dinakhodai mantan pelatih Arema FC, Rene Robert Alberts.

“Yang jelas, kalau melawan PSM ini animonya naik-turun. Namanya bigmatch seharusnya stadion selalu penuh, tetapi hasil evaluasinya ternyata lawan PSM tidak selalu full, tentu banyak faktor yang mempengaruhi,” tambah Haris.

Dari hasil pertemuan tersebut, nyatanya ada tujuh laga yang disebut sebagai bigmatch. Itu terjadi ketika Arema FC menjamu Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Madura United dan Bali United.

Dalam pertemuan itu, panpel Arema FC juga merilis harga tiket laga kandang singo edan. Untuk Kategori pertandingan biasa, harga tiket dibanderol Rp 35.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 100.000 untuk VIP, sedangkan untuk kategori laga bigmatch, harga tiket ekonomi senilai Rp 40.000 dan VIP Rp 150.000.

Sedangkan untuk tiket VVIP, pihak panpel tak lantas meniadakannya, namun akan dijual khusus pada beberapa perusahaan yang berminat.

Perusahaan yang dimaksudkan kemungkinan besar adalah rekanan sponsor klub, karena biasanya tamu VVIP berasal dari direksi atau karyawan dari perusahaan itu.

“Tiket VVIP sebenarnya bukan kami tiadakan, karena akan kami jual khusus kepada para perusahaan yang mungkin berminat,” pungkas Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

Komentar

komentar