STRIKER.ID – Kehadiran Mohamed Salah menjadi sebuah keberuntungan bagi Liverpool pada musim ini. Winger asal Mesir tersebut sukses mengangkat kembali level Liverpool di Liga Champion. Terakhir Salah sukses menjadi kreator dalam lima gol yang bersarang ke gawang AS Roma dari total hasil 5-2 leg pertama semifinal Liga Champion dini hari tadi.

Pemain 25 tahun tersebut sukses mencetak dua gol pada menit 35’ dan 45’. Tak cukup disitu dia juga menyumbangkan dua assist pada gol yang dicetak Sadio Mane (56’) serta Roberto Firminho (61’). Sedangkan gol terakhir The Reds yang dicetak Firminho(68’) juga berawal dari kreasi Salah.

Begini Cara Liga Inggris ‘Sembuhkan’ Islamphobia di Tubuhnya

Sayangnya makin kesini, pengkultusan Salah bisa menjadi boomerang yang siap menjadi senjata mematikan.

Meskipun berhasil meraih kesuksesan, namun ada yang janggal dari permainan Liverpool. The Reds terlalu bergantung pada Salah, layaknya Barcelona terlalu bergantung pada Lionel Messi.

Bagi yang menyaksikan pertandingan yang digelar di Anfield pasti menyadari. Bagaimana perubahan gaya bermain Liverpool selepas Salah ditarik keluar pada menit ke-74.  Sebelum Salah ditarik, Liverpool bisa dibilang mendominasi pertandingan. Bola-bola terus bergulir dari kaki ke kaki pemain Liverpool dengan mulus, begitu pula dengan umpan-umpan lambung mereka. Anehnya lagi pertahanan pasukan Jurgen Klopp juga cukup kokoh sehingga membuat Edin Dzeko kewalahan.

Seharusnya hilangnya satu orang didepan tak bakal menggangu pertahanan di lini tengah dan lini belakang. Namun kenyataannya formasi mereka kocar-kacir sehingga Roma berhasil menyarangkan dua gol pada pada 10 menit terakhir.

Mungkin faktor kelelahan dan hilangnya fokus ambil bagian dari kecolongan dua gol Liverpool. Namun menoleh kebelakangan, kekalahan Liverpool mayoritas terjadi ketika tim lawan berhasil mematikan pergerakan Salah. Sebut saja, hasil 1-2 atas Manchester United(10/2/18) atau 0-1 atas Swansea (22/1/18).

Waduh, Legenda Mesir Haramkan Mohamed Salah Tolak Pinangan Real Madrid Atau…

Jika sudah begini mau tak mau Liverpool harus bekerja keras untuk mempertahankan Salah.

Komentar

komentar