STRIKER.ID – Pembelian jorjoran AC Milan dimusim panas lalu akhirnya membuat masalah baru dimusim ini. Terakhir AC Milan terancam dilarang mengikuti kompetisi Eropa karena masalah Financial Fair Play yang saat ini sedang dalam proses investigasi UEFA.

Setelah banding mereka ditolak, UEFA kini terus melakukan penyeledikan mengenai kesehatan neraca AC Milan sepanjang musim ini. Penyelidikan berfokus pada pembelian besar dimusim lalu yang sangat fenomenal.

Resmi, Ternyata Ini Alasan Zidane Mundur Dari Real Madrid

Dilansir dari Football-tribe.com, harian terkemukan New York Times mengabarkan penyidik keungan UEFA mengeluarkan rekomendasi agara AC Milan tak tampil di kompetisi kontinental apapun termasuk Europa League.

Rekomendasi tersebut menyusul penolakan banding karena Rossoneri gagal menunjukan keuangan yang stabil.

Nasib Milan sendiri akan ditentukan pada bulan Juni 2018. Jika memang dinyatakan bersalah, AC Milan tak hanya terancam batal manggung di Europa League, namun juga kehilangan hak untuk melakukan aktivitas jual beli pemain.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah kondisi yang menimpa AC Milan dan investor barunya Li Yonghong. Pebisnis asal Tiongkok tersebut sudah menggelontorkan nyaris satu miliar Euro atau 13 triliun rupiah untuk mengambil alih juara tujuh kali Liga Champion tersebut.

Mengusung tema pembaharuan, AC Milan menghabiskan dana sekitar 230 juta euro atau setara dengan 3,7 triliun rupiah untuk mendatangkan sekitar 13 pemain baru termasuk Leonardo Bonucci, Hakan Calhanoglu, dan Andre Silva. Dengan harapan gelontoran dana segar mampu mengembalikan DNA juara AC Milan yang sempat mati suri.

Karena Cedera Ini Mohamed Salah Batal Tampil Piala Dunia

Sayangnya belanja besar-besaran tersebut gagal menuai ekspetasi dan bahkan bisa dibilang buntung. Jangankan kembali ke Liga Champion, di Serie A saja mereka masih pincang. Alhasil Vincenzo Montella harus menjadi kambing hitam dan dipecat pada tengah musim.

 

Komentar

komentar