photo: kompas.com

STRIKER.ID – Performa penyerang lokal milik Arema FC, Dedik Setiawan makin hari grafiknya makin menunjukkan peningkatan.

Pemain asli Malang ini, berkontribusi penting dalam dua pertandingan terakhir Arema, saat diturunkan melawan PSIS Semarang dan Perseru Serui. Satu gol dan memberikan satu penalti membuatnya dua kali masuk best eleven Liga 1.

Fans berat Arema, Aremania menyebutnya layak menjadi penerus pemain asal Malang yang sempat berseragam timnas, seperti Ahmad Bustomi, Arif Suyono, dan Beny Wahyudi dan Alfarizi.

Tapi, dukungan aremania kepadanya untuk menuju ke timnas justru membuat Dedik tak berbesar hati, ia leboh memilih untuk merendah. Mantan pemain Persekam Metro FC ini merasa belum pantas berseragam timnas Indonesia.

“Saya rasa masih jauh untuk bisa ke timnas. Kemampuan saya sekarang harus banyak yang dibenahi,” kata Dedik dikutip dari bola.com.

Namun, bukan berarti Dedik tidak punya cita-cita suatu saat masuk ke timnas senior.

“Siapa yang tidak mau naik derajatnya dengan membela negara. Saya juga mau. Tapi tidak untuk saat ini. Saya masih harus banyak belajar,” tegas penyerang lokal yang subur itu.

Dedik menyadari bekalnya sebagai pemain inti di klub masih belum banyak. Musim lalu dia masih akrab dengan bangku cadangan. Namun musim ini, Dedik naik level setelah pemain gaek Cristian Gonzales dan Esteban Vizcarra hengkang.

Dedik pun bisa menjawab kepercayaan yang diberikan pelatih Arema FC. Karena dia jadi pemain paling subur bersama Thiago Furtuoso di lini depan Singo Edan.

Tidak menutup kemungkinan musim ini dia jadi top scorer tim yang dalam lima tahun terakhir dikuasai Gonzales.

Untuk sekelas penyerang lokal, Dedik Setiawan termasuk pemain lokal tersubur, eks Metro FC yang kini turun kasta ke Liga 3 itu mengemas 5 gol untuk tim Arema FC. Pemain asal Dampit Kabupaten Malang itu mampu bersaing dengan penyerang asing lain.

Hal itu bisa dijadikan maklum, karena hampir setiap klub kontestan liga 1 banyak yang mengandalkan penyerang asing, sehingga torehan gol penyerang lokal sedikit jauh berkurang, hal itu pulalah yang menyebabkan timnas Indonesia kekurangan stok  penyerang.

Komentar

komentar