photo: liputan6.com

STRIKER.ID– Dalam kehidupan setiap manusia pasti ada yang namanya perubahan, karena kehidupan selalu berjalan dinamis, dan perubahan yang ada dalam diri manusia seringkali diikuti oleh perubahan dalam struktur sosial dan pola budaya di masyarakat.

Begitu juga dengan apa yang dialami oleh seorang Yuli Sumpil, seorang sosok dirigen Aremania, yang baru baru ini kabarnya memilih untuk istirahat sejenak dari hingar bingar suara suporter di stadion.  semua orang tahu apalagi setiap Aremania, pasti mengenal sosok Yuli Sumpil, apalagi sosoknya akrab dengan tribun skor di stadion kala tim kebanggaan Aremania, Arema FC berlaga.

Tribun skor tanpa adanya sosok Yuli Sumpil seperti “bukan” pertandingan sepakbola. Memang masih ada teriakan aremania baik disisi belakang gawang maupun di tribun VIP, namun pertandingan terasa hambar ketika tidak adanya suara suporter yang selalu riuh dari tribun skor.

Ada pernyataan menarik dari beberapa rekan suporter lain, bahwasanya tidak ada kemeriahan di tribun Aremania bila tidak ada Yuli. Tentu hal ini kita jadikan sebagai catatan khusus kepada Aremania.

Memang kita semua menyadari Sosok Yuli Sumpil memang sudah melekat dalam diri Aremania, tapi Yuli juga manusia biasa yang juga ingin suatu perubahan di dalam dirinya dan kehidupanya di masa mendatang.

Menjadi dirigen bukanlah sebuah pekerjaan yang menghasilkan sebuah nafkah lahiriah. Yuli menggaris bawahi di dalam film The Conductor bahwasanya selain atas dasar sukarela, menjadi dirigen Aremania adalah sebuah tugas yang diembannya untuk memotivasi Arema dan membawa Aremania sebagai penebar virus damai di belantika sepakbola Indonesia.

Sebelum Yuli, dulu juga pernah ada dirigen aremania, adalah sosok Yosep, yang biasa dipanggil El Kepet. Kepet dipilih menjadi dirigen karena penampilannya yang menarik, ceria, dan nyentrik. Apalagi Kepet memiliki kemampuan berkomunikasi dengan suporter lain, dan yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan membangkitkan semangat suporter untuk terus memotivasi tim yang didukung.

Selain Kepet ada juga sosok Cak No, penabuh Drum di tribun skor kala Arema berlaga, suara drum cak No selalu menggema disetiap sisi stadion. Cak no yang bernama lengkap Sukarno itu juga turut andil menjadi dirigen aremania. namun sekarang Cak No memilih untuk istirahat juga.

Di kalangan Aremania, memilih dirigen tak serumit Pilkada. Tak ada pemungutan sura yang berlangsung dengan ketat seperti Pilpres. Penunjukan sosok dirigen di kalangan suporter biasanya dengan cara yang sulit dijelaskan, semuanya hampir kebetulan saja, sebelum sebuah pertandingan sepakbola dimainkan. Namun begitu seorang dirigen terpilih, jabatan itu akan disandangnya terus, tanpa batas waktu yang jelas, sampai ia mengundurkan diri atau kehilangan kemampuan untuk memimpin.

Jika Yuli tidak menjadi dirigen lagi siapakah yang akan menjadi dirigen berikutnya?

Komentar

komentar