STRIKER.ID – Liga 1 2018 sudah berjalan separuh musim lebih. Putaran pertama telah dijalani dan memunculkan para pemain terbaik, baik dalam bertahan maupun penyerangan.

Mereka –mereka ini punya peran penting dalam perjalan klubnya di putaran pertama. Bahkan secara statistik  mereka ini lah yang terbaik. Mulai dari passing, shoot on goal, penyelamatan, hingga tekel.

Lalu siapa  – siapa saja yang boleh dibilang pemain ‘super’, atau bahkan ‘juragan’  di putaran pertama Liga 1 2018? Berikut ulasan lengkapnya untuk anda, seperti datanya kami dapatkan dari Labbola.

Baca juga:

Juragan  penyelamatan: Gerry Mandagi (Mitra Kukar)

Cedera nya kiper asal Korsel Yoo Jae Hoon di awal musim seperti menjadi berkah bagi mantan kiper Persmin Minahasa ini. Meskipun timnya masih berkutat di papan bawah, namun Gery sudah mencatatkan rekor istimewa di bawah mistar. Ia menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di putaran pertama Liga 1, yaitu dengan angka penyelamatan mencapai 48 save.

Meskipun kini Jae Hoon sudah pulih, dan Gery kembali menghuni bangku cadangan, setidaknya rekor yang ia ciptakan sudah memberikan ketenangan bagi Naga Mekes dalam perjalanan di putaran kedua.  Boleh jadi Mitra Kukar lah klub dengan kiper tertangguh di Liga Indonesia, dengan duet Yoo Jae Hoon dan Gery Mandagi.

Juragan Tekel: Ardi Idrus (Persib Bandung)

Kedatangannya di awal musim benar – benar tidak dianggap, bahkan dipandang sebelah mata oleh publik pecinta Persib Bandung. Maklum pemain berusia 25 tahun tersebut bukanlah pemain bintang. Ia hanya pernah bermain di level Liga 2 seperti Kalteng Putera dan PSS Sleman.

Namun pelan tapi pasti, pelatih Persib mengubah Ardi Idrus menjadi salah satu full back terbaik di Liga 1. Terbukti, pada putaran pertama, pemain yang rajin bertahan dan menyerang ini menjadi raja tekel dengan 37 kali tekel bersih yang ia ciptakan dalam 15 laga di putaran pertama.

Kini keraguan publik kepada Ardi sudah sirna, berganti dengan kecintaan mereka terhadap sosok lincah yang satu ini.

Juragan Passing: Matias Cordoba (Barito Putera)

Soal umpan mengumpan dan passing mempassing, Cordoba sejak musim lalu memang juragannya. Luar biasanya, pemain berkebangsaan Argentina ini sukses kembali mengulangnya, setidaknya di putaran pertama Liga 1.

Mampu tampil konsisten dalam 17 pertandingan di putaran pertama, Cordoba mencatatkan umpan sukses sebanyak 932 kali, dengan akurasi mencapai 84 persen. Statistiknnya bagi Barito semakin istimewa, dengan sumbangan tiga gol dan dua assistnya.

Padahal ditinjau dari usia, Cordoba bukanlah pemain muda. Karena kini ia sudah berumur 33 tahun. Namun melihat statistik dan permainan nya di lapangan, memperlihatkan seperti ia masih berusia 20-an.

Juragan Assist:  Makan Konate, Dedi Hartono dan Rizky Ripora

Inilah satu –satunya kemampuan yang juragannya sampai ada tiga. Ya tiga pemain yang ada ini mampu menjadi pendulang assist terbanyak bagi timnya masing – masing di putaran pertama dengan 8  assist.

Makan Konate melakukannya untuk Sriwijaya FC, Dedi Hartono bagi Mitra Kukar dan Rizky Ripora bersama Barito Putra. Hanya Sriwijaya yang tidak bisa merasakan lagi servis istimewa Makan, karena di putaran kedua pemain asal Mali ini memutuskan bermain untuk Arema FC.

Menariknya dua dari tiga pemain yang berada di level ini adalah pemain lokal. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan pemain Tanah Air sebagai playmaker semakin menjanjikan.

Juragan tembakan ke gawang:  Alexandr Rakic (PS Tira)

Meskipun klubnya masih berjibaku di papan bawah, namun kemampuan individu pemain asal Serbia ini tidak bisa ditutupi.  Rakic sukses jadi pemain yang paling rajin menembak tepat ke arah gawang.

Statistik menunjukkan penyerang berusia 31 tahun ini berhasil menembakkan 22 sepakan tepat ke arah gawang, atau akurasinya tertinggi di Liga 1 dengan 59 persen.

Banyaknya tembakan yang ia buat ke gawang lawan, juga berbanding lurus dengan jumlah golnya. Racik sukses mencetak 10 gol dari 17 penampilannya di Liga 1.

Juragan cetak gol: Ezechiel N’Douassel (Persib Bandung)

sumber: jabar.pojoksatu.id

Akhir musim 2017, hingga awal musim 2018, mungkin jadi masa paling tidak nyaman bagi penyerang yang kerap disapa Aliandoe ini. N’Douassel bahkan nyari terdepak dari kubu Maung Bandung, karena memang musim lalu ia tampil labil.

Namun kedatangan pelatih Mario Gomez bersama penyerang asal Argentina Jonathan Baumann bak merubah nasib N’Douassel. Ia kini justru jadi penyerang tertajam di Liga 1 2018.

Selama putaran pertama, tercatat pemain asal Chad ini, sukses membuat 13 gol dari 14 penampilannya di putaran pertama Liga 1 2018. Hasil ini membuat Aliandoe kini jadi penyerang tersubur yang disegani lawan – lawannya.

Khususnya kehadiran Baumann sebagai rekan duetnya lah, yang sangat berjasa mengembalikan ketajaman pemain yang pernah berkarir di liga Israel tersebut.

 

Komentar

komentar