Photo: sindonews.com
STRIKER.ID– Aturan dibuat memang bisa berdampak positif bisa juga berdampak kurang menyenangkan bagi siapa saja. Dan itu terjadi di tubuh skuat timnas U-16 dibawah asuhan pelatih Fachry Husaini.
Moncernya penampilan timnas Garuda Asia julukan timnas U-16 di dua laga penyisihan di ajang piala AFF U-16 merupakan buah dari aturan ketat dari tim pelatih.
Salah satu aturan yang paling ketat adalah penggunaan telepon seluler pintar atau Smartphone, mengapa telepon seluler? ya.. menurut pelatih kepala Timnas Fachry Husaini, telepon seluler merupakan musuh terbesar bagi dirinya dan tim pelatih, apalagi usia anak asuhnya masih tergolong muda yakni 16 tahun.
Menurut mantan pemain PKT Bontang itu, di usia yang relatif masih muda itu, penggunaan telepon pintar itu bisa mengganggu performa di dalam setiap pertandingan terlebih fokus pemain.
Oleh karenanya, ia bersama Tim pelatih membuat aturan ketat penggunaan telepon seluler yang dimiliki oleh setiap anak asuhnya, yakni maksimal hanya 2 jam penggunaan.
Waktu dua jam tersebut juga tidak sembarangan di jam berapa saja, pelatih asal Aceh ini menegaskan bahwa waktu dua jam tersebut diberikan diatas jam 10 hingga jam 12. Namun saat hari pertandingan mereka diberikan waktu mulai jam 08 sampai jam 10.
“Saya berikan waktu kepada mereka untuk ber Hp ria selama dua jam selama satu Hari, yakni jam 10 sampai jam 12, kalau saat hari pertandingan jam 8 sampai jam 10,” kata Fachry Husaini pelatih kepala Timnas U-16, Rabu (01/08/18).
“Salah satu musuh terbesar Saya adalah HP, Saya Tak bisa bayangkan mereka pegang HP selama 24 jam, pastinya mereka tak tidur,” tambah pelatih asal Aceh ini.
Lebih lanjut pelatih 53 tahun ini mengatakan jika turnamen ini merupakan turnamen yang paling ketat karena jeda pertandingan hanya satu hari saja, sehingga proses recovery pemain harus dilakukan dengan sistem yang terbaik.
“Turnamen ini terbilang yang paling ketat, karena jedanya hanya satu hari untuk recovery. Penggunaan Hp tidak saya larang agar mereka tetap berkomuniasi dengan keluarga dan kerabatnya, namun saya batasi agar mereka bisa terus terjaga kondisi fisiknya,” tutup pelatih yang juga mantan PKT Bontang itu.

Komentar

komentar