photo: striker.id/sudarmaji

STRIKER.ID– Setelah diburu cukup lama, pihak manajemen Arema FC akhirnya tak mendapatkan buruan pemain Asia incarannya. Pemain incaran tersebut adalah pemain naturalisasi asal Bahrain, Jaycee Jhon Akwani Okwunwanne.

Banyak publik menyanksikan pemain ini tak bisa datang ke bumi Arema lantaran harga sang pemain yang terbilang sangat mahal untuk ukuran seorang pemain asia. Namun nyatanya mahalnya pemain bukanlah penyebab utamanya. Lantas apa penyebabnya yang menjadikan Jayce Jhon tak bisa didaratkan oleh manajemen Arema FC, berikut kronologi gagalnya sang pemain incaran berdasar pernyataan media officer Arema FC, Sudarmaji.

1.Diburu sejak 17 juli 2018

Perburuan pemain yang akrab disapa Jojo ini sejatinya telah dilakukan oleh pihak Arema FC sejak tiga pekan lalu. TIdak hanya diburu saja, pemain naturalisai asal Nigeria ini oleh manajemen Arema FC juga sudah dilakukan negosiasi.

2.Selain Bahrain Juga Bidik Pemain Jepang

Tidak hanya berburu Jaycee saja, pihak manajemen juga melakukan perburuan lain yakni kepada pemain asal Jepang yang bermain di Liga Philipina, namun demi mendapatkan satu pemain yakni Jayce pihak manajemen akhirnya mencoret pemain Jepang itu.

Pihak manajemen Arema memburu sang pemain sejak tanggal 17 Juli hingga 27 Juli 2018, sebagai bentuk negosiasi tersebut akhirnya pihak Jayce mengirimkan paspor kepada pihak manajemen Arema FC.

  1. Tanggal 28 Juli 2018

Setelah melakukan negosiasi selama 10 hari, pihak manajemen Arema FC pada tanggal 28 Juli 2018 hampir dapat merekrut sang pemain namun pihak Jayce meminta untuk surat penawaran atau offering letter . Dalam surat perjanjian itu berisi perjanjian perjanjian yang telah disepakati saat negosiasi antara lain, soal gaji, bonus cetak gol hingga bous jika mampu memberi assist atau umpan matang hingga menajdi gol diatur dalam offering letter itu.

  1. Tanggal 31 Juli 2018

Setelah mengirim offering letter kepada sang pemain, ada kabar baik bagi manajemen Arema FC yakni pemain bidikan Jaycee Jhon merespon surat tersebut dengan mengirim release letter dan surat No TPO atau Third Party Ownership atau dalam kata lain klub yang pernah merekrutnya yakni Air Force United FC tak memiliki tanggungan apapun terhadap sang pemain. Dengan adanya dua surat itu menjadi syarat klub bisa segera mendaftarkan ITC sang pemain ke FIFA.

Setelah mendapat surat TPO, Release Letter dan Pspor, manajemen Arema kemudian mendaftarkan sang pemain ke FIFA TMS, meski status pendaftaran tersebut masih dipending oleh FIFA karena ada beberapa dokumen lain.

  1. Ditawari Kontrak Kerja

Setelah mendapat beberapa dokumen seperti diatas, dan agar bisa didaftarkan ke FIFA pihak manajemen Arema FC kemudian menaikkan derajat kontrak tersebut dengan memberi kontrak kerja. Namun dalam perjalanannya, kontrak kerja tersebut banyak mengalami perubahan hingga akhirnya pihak Jayce Jhon dan sang agen susah dihubungi lagi.

 

Komentar

komentar