STRIKER.ID – Manajemen Persebaya Surabaya tampaknya telah mengambil langkah tepat dengan menunjuk Bejo Sugiantoro sebagai caretaker menggantikan Angel Alfredo Vera yang memutuskan mundur sebagai pelatih kepala, Rabu (1/8/2018).

Baca Juga

Pasalnya, Bejo sukses membawa tim Bajol Ijo meraih poin penuh dengan skor 3-1 melawan Persela Lamongan dalam laga bertajuk derbi Jawa Timur di pekan ke-19 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/8/2018). Kemenangan itu mengakhiri tren negatif tiga laga tak pernah meraih kemenangan.

Namun, dibalik keberhasilan debut Bejo Sugiantoro itu di Persebaya, justru ada cerita menarik perihal penunjukkannya sebagai caretaker. Dimana Bejo justru menjadi pelatih bek muda, Rachmat Irianto, yang tak lain adalah putra kandungnya sendiri.

Kondisi ini terbilang cukup menarik ditengah banyaknya anak dan bapak berkarir dibidang sepak bola. Pasalnya keduanya dituntut untuk sama-sama menjaga profesionalitas dan tak tebang pilih.

Dalam beberapa kali latihan, keduanya terlihat tidak terlalu menunjukkan kedekatan mereka. Namun, mereka tetap berangkat dan pulang dari latihan bersama sebagai seorang ayah dan anak.

Secara tegas, Bejo menyebutkan bahwa dia akan tetap bersikap profesional di Persebaya. Dia tidak akan mengistimewakan pemain yang akrab disapa Rian itu dengan status tersebut.

“Setelah dia pulang dari Serui, saya banyak berdiskusi dengan dia. Saya ngobrol dan mengatakan ini profesional. Sekarang Rian adalah anak muda yang sedang berkembang dan tahu plus minus tim ini,” kata mantan pemain Persebaya dan Timnas Indonesia itu, dilansir dari Bola.com

Berkarir dalam satu tim merupakan kali pertama secara profesional Bejo dengan Rian. Sebelumnya, mereka pernah memiliki hubungan pemain dan pelatih saat sama-sama berada di Indonesia Muda, klub internal Persebaya.

“Perlu dicatat, saya lebih senang dan terbuka dengan pemain yang bukan anak saya supaya tidak ada dusta di antara kita. Kalau kondisi dia baik, akan saya pasang. Namun, kalau tidak ya, cadangan dulu. Saya menilai kontribusi dia selama latihan,” imbuhnya.

Sementara itu, Rian sendiri tak mau berkomentar panjang terkait hal tersebut. Ia hanya manyatakan saling menjaga profesionalitas ketika dilapangan hijau.

“Di rumah, beliau adalah bapak saya, namun di lapangan beliau adalah pelatih saya di Persebaya,” ujar pemain Timnas Indonesia U-19 itu.

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar