photo: striker.id/ ketua panpel Arema FC Abdul Haris

STRIKER.ID– Tim Singo Edan Arema FC tak mampu memberi kemenangan bagi para pendukungnya aremania meski mereka berlaga di kandang sendiri melawan tamunya Persija Jakarta, Minggu (05/08/18) kemarin malam Arema FC harus berbagi poin 1 (1-1). Meski harus berbagi poin, penonton yang menyaksikan laga kandang Arema FC pekan ke-19 tersebut sangat menyita banyak suporter, panitia mencatat sebanyak 44.920 suporter memenuhi tribun stadion.

Namun saking banyaknya penonton yang menaksikan laga tersebut, mereka harus meyaksikan kedua tim berlaga di area seatle ban dimana area tersebut merupakan area terlarang bagi penonton. Oleh karenanya pihak panitia pelaksana bisa dipastikan akan berhadapan dengan sanksi tegas dari Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sanksi dari Komdis PSSI tidak bisa dihindari oleh Panitia Pelaksana Arema FC usai tertundanya kick off laga menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan Minggu malam kemarin. Akibatnya laga yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 18.30 harus mundur 20 menit karena melubernya penonton.

photo: striker.id/penonton meluber ke seatle ban

Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Harris mengaku tidak bisa menghindari sanksi tegas dari Komdis PSSI karena bisa dipastikan sanksi puluhan juta bakal diterima oleh panpel. Abdul Haris selaku ketua panpel hanya bisa berharap kepada Komdis PSSI untuk memberikan keringanan kepada Panpel Arema FC atas kejadian di lapangan.

“Kami selaku panpel memohon agar sanksi diberikan seringan-ringannya. Kalau bisa tidak ada sanksi yang diterima,” kata Abdul Harris.

Haris berdalih, keberadaan banner yang terpasang di pagar pembatas tribun berdiri memicu pendukug kedua tim untuk turun ke area sentel ban.

“Tadi kami memang lewatkan mereka di pintu tribun berdiri, karena pintu masuk tribun 12,13, 14 sangat akses masuknya sangat sulit. Jadi kami lewatkan mereka dari pintu besar. Tapi kenyataannya mereka tidak mau di tribun berdiri karena ada banner yang dipasang di pagar,” tutup Abdul Harris.

 

Komentar

komentar