photo:striker.id/Dusan Momcilovic

STRIKER.ID-Memasuki putaran kedua Liga 1 2018, manajemen Arema FC merampingkan skuatnya, kali ini dijajaran kepelatihan mereka.

Pelatih fisik tim Singo Edan, Dusan Momcilovic dilepas oleh manajemen. Kabar inipun terbilang mengejutkan, karena sosoknya dinilai telah mengembalikan kondisi fisik Dendi Santoso Cs.

Sebelumnya, manajemen Arema FC sendiri sudah sempat beberapa kali mengubah susunan tim pelatih.

Pertama, manajemen Arema FC “menyingkirkan” pelatih Joko Susilo dari kursi kepelatihan seiring hasil negatif di beberapa laga. Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu dipindah posisi dari pelatih kepala menjadi asisten pelatih padahal sebelumnya Milan Petrovic didatangkan sebagai asisten pelatih Joko Susilo.

Kini nasib Joko adalah sebagai direktur teknik Akademi Arema dan pelatih Tim Arema U-19, pelatih asal Jepara itu akan banyak bertugas melatih pemain muda dan mencari pemain muda potensial untuk bisa dimasukkan dalam klub Arema.

Setelah Joko Susilo, manajemen Arema FC, memutus kontrak pelatih kiper asal Brazil, Ricardo Navarro dos Passos dan mendatangkan pelatih kiper anyar, Branislav Radojcic.

Manajemen Arema FC melalui Media Officer, Sudarmaji mengatakan jika keputusan manajemen Arema FC memutus kontrak pelatih fisik asal Serbia itu dikarenakan ada permasalahan soal etika sang pelatih saat mendampingi tim berlaga.

Manajemen Arema FC menilai sikap pelatih asal Serbia saat mendampingi tim seringkali melanggar regulasi.

Regulasi yang dimaksudkan adalah terkait tidak diperkenankannya dua orang official memberikan instruksi di bench sedangkan Dusan seringkali melanggar hal itu.

“Dalam beberapa pertandingan ada potensi yang melanggar pelanggaran dari sisi sikap. Ini mengkhawatirkan jika direaksi oleh fans. Misal dalam regulasi tidak boleh ada 2 official berikan intruksi di bench,” kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Selain melanggar masalah regulasi, seringkali gestur pelatih fisik asal Serbia yang kurang “pantas” kepada fans dinilai berpotensi memberikan reaksi dari para fans.

“Gestur Dusan yang berlebihan berpotensi memprovokasi reaksi fans. Seperti bertolak pinggang padahal sudah dingatkan oleh perangkat pertandingan. Arema selalu menjaga attitude tersebut,” tutup Sudarmaji

Komentar

komentar