STRIKER.ID – Ditengah banyaknya pemain muda yang unjuk gigi menunjukkan performa terbaiknya, sosok pemain veteran 38 tahun berdarah Kamerun, Herman Dzumafo justru masih mampu bersaing pada kompetisi resmi Tanah Air.

Baca Juga

Berbekal tekad, disiplin, dan konsisten, pesepak bola yang resmi melewati proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia pada pertengahan 2017 ini namanya tetap bisa mencuat.

Di skuad Bhayangkara FC sendiri, mantan punggawa Persib Bandung dan Arema ini masih menjadi andalan utama dilini depan. Terbukti predikat pencetak gol terbanyak di skuat The Guardian dipegang Herman Dzumafo Epandi.

Ia pun juga tercatat sebagai pemberi assist terbanyak di tim asuhan Simon Alexander McMenemy. Teranyar, ia cetak 3 assist di laga lawan PSMS Medan yang membawa Bhayangkara FC menang 3-1.

Usianya boleh tak muda lagi. Bahkan, bagi pesepakbola pada umumnya, sudah terbilang senja. Wajar, semakin bertambah usia, kemampuan fisik cenderung menurun. Tapi, beda cerita jika bicara Herman Dzumafo Epandi. Berbekal tekad, disiplin, dan konsisten, penyerang berusia 38 ini tetap mampu unjuk gigi. . Ya, di tengah skuat bermaterikan banyak pemain berusia muda, Herman Dzumafo Epandi yang resmi melewati proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia pada pertengahan 2017 tetap mencuat. Masih memegang predikat pencetak gol terbanyak di skuat The Guardian, Herman Dzumafo Epandi pun tercatat sebagai pemberi assist terbanyak di tim asuhan Simon Alexander McMenemy. Teranyar, ia cetak 3 assist di laga lawan PSMS Medan yang membawa Bhayangkara FC menang 3-1. . #semangatjuara #semangatkerjakeras #semangatpantangmenyerah #bhayangkarafc #bfc #theguardian #bharamania #liga12018 #homeoftheguardian #hermandzumafo #semangatmenginspirasi

A post shared by Bhayangkara FC (@bhayangkarafc) on

Kilas balik kiprah Dzumafo di Indonesia dimulai sejak 2007 silam. Sejumlah klub elit Tanah Air pun pernah dibelanya, mulai dari Persib, Arema, Sriwijaya FC, Mitra Kukar hingga Persela Lamongan.

Sejak bermain di kompetisi Indonesia, Dzumafo sudah berjibaku dalam 217 pertandingan. Dari total itu ia hanya menjadi cadangan sebanyak tiga kali. Hal tersebut membuktikan bahwa Dzumafo menjadi sosok sentral tim yang dibelanya.

Sepanjang karirnya di Indonesia, Dzumafo sudah melesakkan 102 gol. Terakhir pada musim 2017 lalu, ia mencetak 11 gol dari 15 laga yang ia jalani.

Sangat menarik melihat kiprah Herman Dzumafo tersebut. Mengingat dirinya bisa menjadi sosok yang mengispirasi bagi para pemain muda.

 

 

 

 

Komentar

komentar