foto : Semuanyabola.com

STRIKER.ID – Seorang pemain muda asal Malaysia, Muhammad Aris Bin Mohd Asri mencoba peruntungannya di Inggris. Dia menjadi pemuda pertama asal Negeri Jiran yang menjalani trial bersama tim Premier League, Cardiff City.

Dilansir dari Semuanyabola.com, pemain berusia 18 tahun tersebut sudah menjalani latihan bersama Cardiff sejak minggu ini. Dia menjadi pemain asal Malaysia pertama yang mencoba peruntungan bersama tim berjuluk The Bluebirds tersebut.

Oalah, Begini Ternyata Alasan Timnas Vietnam Tak Mau Latihan Ditempat Yang Sudah Diberikan

Hingga hari ini ,Aris sudah menyelesaikan sesi trial tahap pertama yang diberikan. Nantinya pemain jebolan Kuala Lumpur Youth Soccer (KLYS) tersebut akan menjalani tes sebagai pemain U-23 Cardiff City pekan ini.

foto : Twitter @canovillecoach

Aris sendiri bukanlah orang baru di Inggris, dia baru saja menyelesaikan Level-A di John Madejski Academy. Dan selama menyelesaikan pendidikan sepakbolanya dia tinggal bersama ibunya di Kota Reading.

Kesempatan untuk menjalani trial bersama Cardiff City merupakan kunci emas yang diberikan Tan Sri Vincent Tan, selaku pemilik klub. Vincent Tan adalah salah satu pengusaha sukses asal Malaysia yang membeli saham Cardiff pada Mei 2010 silam. Memberikan Aris menjalani trial merupakan salah satu bentuk usaha pendiri Berjaya Corporation Berhad untuk memajukan sepakbola Malaysia.

Sayangnya meskipun mendapatkan dukungan dari pemilik klub, kesempatan Aris bermain di Premier League sangat kecil. Pasalnya untuk menjadi pemain Premier League seorang pemain harus berasal dari negara 50 rangking teratas FIFAdan hal tersebut dikonfirmasi sendiri oleh Vincent Tan.

“Saya mau membantu lebih banyak rakyat Malaysia, tetapi masalahnya adalah raking dunia kita (Malaysia) tidak berada di posisi 50 teratas,” kata Vincent Tan dilansir dari Semuanyabola.com

“Itu merupakan syarat kelayakan bagi pemain profesional untuk memperoleh visa kerja disini,” tandasnya.

Mengulik Performa Tiga Pemain Senior Di Skuat Timnas U-23, Bagaimana Statistiknya?

“Negara kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saya bersedia bekerjasama dengan Menteri Belia dan Sukan (Mentri Pemuda dan Olahraga) yang baru (Syed Saddiq) dan FAM untuk mencari cara bagaimana meningkatkan kualitas sepakbola kita,” ujar pria  dua cucu tersebut.

Komentar

komentar