STRIKER.ID – Pasca terdegradari dari Liga 1 musim 2017 lalu. Persegres Gersik kian terpuruk di Liga 2 Indonesia wilayah timur. Kondisi klub berjuluk Laskar Joko Samudro itu semakin diperparah dengan hengkangnya banyak pemain.

Baca Juga

Al hasil dalam mengarungi Liga 2 nasional, Persegres banyak kekurangan materi pemain disetiap lini. Bahkan mereka sampai memainkan pemain tidak sesuai posisinya.

Seperti yang terjadi saat laga Persegres melawan PSBS di Stadion Cendrawasih, Biak, Rabu (15/8) sore. Persegres sampai merubah posisi pemain penjaga gawang, Ahmad Faozan dimainkan sebagai penyerang.

Sebagai informasi, pertandingan versus PSBS merupakan laga tunda yang seharusnya digelar pada 25 Juli lalu. PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan 15 Agustus sebagai jadwal anyar pertandingan ini.

Karena bersifat partai tunda pada putaran pertama, maka pemain yang diturunkan adalah mereka yang yang terdaftar pada putaran pertama. Masalahnya, Gresik United kehilangan banyak nama pada jeda kompetisi.

“Kami hanya punya 12 pemain sisa putaran pertama yang bisa dibawa ke Biak,” kata pelatih Sanusi Rahman, dilansir dari Jawapos.com

“Kami kekurangan pemain. Kami hanya memiliki satu cadangan yakni Wais Al Qorni, posisinya kiper,” ungkap eks pelatih Petrokimia Putra Gresik itu.

Pada laga tersebut, Persegres harus menelan pil pahit kalah dengan skor telak 0-4. Kekalahan ini membuat Gresik United terdampar di posisi kesebelas klasemen sementara Liga 2 wilayah timur.

“Saya seperti hanya bermain dengan sembilan pemain. Sebab saya tak bisa berharap banyak kepada Wismoyo yang kakinya ada luka jahitan. Serta kiper Faozan yang saya paksa bermain sebagai penyerang,” keluhnya.

Sebagaimana diketahui, masa depan Gresik United seperti berada di senja kala. Setelah memecat pelatih Puji Handoko, mereka ditinggalkan banyak pemain andalannya. Seperti Revi Agung, Nunung Dwi Cahyo, dan gelandang senior Zainal Arifin.

 

 

 

 

Komentar

komentar